Berita

Ketum Muhammadiyah Diharapkan Menahan Diri Bicara Politik

JUMAT, 16 MEI 2014 | 23:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Din Syamsuddin bahwa Muhammadiyah tidak pada posisi memberikan restu kepada salah satu pasangan capres atau cawapres dinilai sangat tidak bermanfaat. Bahkan pernyataan itu bisa jadi merugikan Muhammadiyah secara kelembagaan. Apalagi di dalam salah satu pernyataannya, Din sepertinya sangat tendensius dengan salah seorang cawapres dari PAN.

"Saya khawatir, sikap tendensius seperti itu membuat masyarakat bisa salah tafsir. Sebab, pernyataan yang sangat personal itu seakan-akan merepresentasikan Muhammadiyah secara keseluruhan. Padahal di bawah, warga Muhammadiyah banyak yang menolak pernyataan itu. Mereka juga tidak paham maksud dan tujuannya," ujar Lesti Kasiati, Ketua Bidang Kader PP IPM.

Berkenaan dengan pencalonan Hatta Rajasa sebagai cawapres, Muhammadiyah diyakini akan mendukungnya. Pasalnya, selama ini Hatta Rajasa adalah sosok politisi birokrat yang paling rajin menghadiri acara-acara formal dan informal Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Din Syamsuddin sendiri mengetahui hal itu dan dipastikan tidak akan menyangkalnya.

Sejauh ini, semua orang tahu bahwa tidak ada persoalan antara Din Syamsuddin dengan Hatta Rajasa. Di banyak tempat, keduanya sering bertemu. Bahkan tidak jarang sama-sama memberikan sambutan dalam suatu acara yang sama.

"Soal ke Muhammadiyah, saya haqqul yakin bahwa Hatta Rajasa adalah ketua umum parpol yang paling banyak mengenal ketua-ketua PWM se-Indonesia. Selama ini, kalau kunjungan ke daerah, Hatta Rajasa tidak akan pernah lupa untuk bersilaturrahim dengan warga Muhammadiyah baik melalui acara formal maupun informal," kata dia lagi.

Din Syamsuddin diminta untuk tidak terlalu banyak memberikan pernyataan politik ke publik. Dengan membuat pernyataan seperti itu, Din Syamsuddin sendiri telah menggiring Muhammadiyah pada pusaran politik praktis. Dan itu bertentangan dengan pendapatnya sendiri yang mengatakan bahwa Muhammadiyah tidak bekerja pada wilayah politik kekuasaan. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya