Berita

Politik

PILPRES 2014

Nama Jusuf Kalla Banyak Disebut Poros Koalisi PDIP

JUMAT, 16 MEI 2014 | 18:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, nama  Jusuf Kalla selalu masuk dalam daftar kandidat bakal cawapres yang direkomendasikan partai poros koalisi PDIP. Selain nama bekas Wakil Presiden RI 2004-2009 Jusuf Kalla, nama-nama yang diusung adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan bekas Ketua MK Mahfud MD.

Namun siapa kelak yang resmi diusung gabungan Parpol itu baru akan terjawab pada 20 Mei 2014 mendatang.

Menurut Hasto, Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sama-sama merekomendasikan Kalla sebagai calon pendamping Joko Widodo.


Dijelaskannya, sebagai mitra koalisi, Partai Nasdem dan PKB berhak merekomendasikan nama bakal cawapres Jokowi. Akan tetapi, keputusan akhir berada di tangan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Megawati Soekarnoputri dan Jokowi.

"Tapi, pada prinsipnya, meski kami diberi masukan, kami serahkan kepada Bu Mega dan Pak Jokowi," kata Hasto (Jumat, 16/5).

Sebelumnya, Partai Nasdem mengaku merekomendasikan Kalla sebagai calon pendamping Jokowi. Nama lain yang diusulkan Nasdem adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Sementara itu, PKB memiliki tiga bakal capres, di antaranya adalah Kalla dan bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Di luar dua partai yang resmi merapat ke PDI-P, ada pula Partai Golkar yang telah memberi sinyal kuat akan bergabung.

Kalla adalah tokoh senior Golkar dan sempat menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono pun pernah mengungkapkan, Golkar akan mendukung capres yang memilih Kalla sebagai cawapresnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya