Berita

mega-puan/net

Politik

PILPRES 2014

PDIP Kalah Jika Usung Jokowi-Puan

JUMAT, 16 MEI 2014 | 17:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wacana menduetkan Jokowi dengan Puan Maharani pada Pilpres 9 Juli mendatang kembali menguat. Usulan tersebut disampaikan beberapa elite PDIP, jelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres dibuka.

Kalangan pangamat menilai pasangan Jokowi-Puan sebagai pasangan yang tidak menjanjikan. Bahkan, PDIP akan kembali menelan pil pahit dalam pilpres bila benar mengusung duet Jokowi-Puan.

"Jokowi dan PDIP akan kalah," kata analis poltik dari Labor Institute Indonesia Andy William Sinaga kepada redaksi (Jumat, 16/5).


Puan belum pantas menduduki kursi RI 2. Jam terbang Ketua Bapilu PDIP itu dalam mengurusi pemerintahan dan negara sangat minim. Latar belakang pendidikannya juga kurang mendukung. Untuk itu Andy menyarankan Megawati dapat legowo untuk tidak menunjuk putrinya itu sebagai cawapres.

Menurut Andy, alasan mengusung Puan untuk menjaga trah Soekarno agar tetap berada dalam kekuasaan negara dan PDIP, menurut dia, sangat mengada-ada.

"Bukankah negara dan PDIP bukanlah milik keluarga Soekarno, tetapi milik segenap bangsa dan rakyat Indonesia," imbuhnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya