Berita

Politik

PILPRES 2014

Jokowi-Puan Makin Menguatkan Capres Boneka

JUMAT, 16 MEI 2014 | 17:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDI Perjuangan belum juga mengumumkan cawapres yang diusung. Kelambanan makin memperkuat tuduhan Jokowi capres boneka. Apalagi belakangan, beberapa elite PDIP malah melemparkan wacana menduetkan Jokowi dengan Puan Maharani.

Usulan diduga didukung oleh Megawati Soekarnoputri. Sebagai orang yang dibesarkan partai dan fungsionaris partai sudah pasti Jokowi enggan menolak usulan tersebut.

"Keengganan ini mengartikan Jokowi gamang dan menguatkan capres boneka yang dapat dibawa dan dioper kemana-mana," kata analis poltik dari Labor Institute Indonesia Andy William Sinaga kepada redaksi (Jumat, 16/5).


Menurut Andy, Jokowi harus tegas menunjukkan dirinya bukan capres boneka PDIP dan Megawati. Jokowi harus berani bersuara dan bertindak untuk mengusulkan calon pendamping karena kelak dipercaya rakyat, dirinya dan pasangannya yang akan memimpin dan mengatur jalannya pemerintahan.

"Jokowi harus tegas dan jangan peragu untuk menentukkan cawapresnya, sehingga kesan dirinya capres boneka PDIP dan Megawati dapat terpatahkan,"

Dia juga menyarankan apabila PDIP tidak jelas dan terkesan mengulur-ulur waktu pencapresan guna menggoreng-goreng isu cawapres, sebaiknya Jokowi mundur dari pencapresan dan melanjutkan tugasnya yang tertunda sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Megawati sebaiknya legowo untuk sesegera mungkin mengumumkan calon wakil presiden. Bukan mengusulkan putrinya sebagai cawapres," pungkas Andy.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya