Berita

Politik

PKS Bukan Lagi Teman Nakal Bagi Demokrat?

KAMIS, 15 MEI 2014 | 19:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Istilah PKS teman koalisi yang nakal bagi Demokrat nampaknya tidak lagi berlaku. Bintang Mercy membuka lebar pintu bagi PKS untuk bergabung dalam poros ketiga yang mereka gagas.

"Kami terbuka, tidak masalah," kata  Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan di Jakarta (Kamis, 15/5).

Ramadhan mengatakan dinamika politik terus berubah. Komunikasi politik dengan partai lain terus dilakukan partainya. Karenanya dia yakin poros baru bisa terwujud sehingga pilpres 9 Juli nanti diramaikan tiga pasangan capres-cawapres.


Menurut Ramadhan, peta koalisi sekarang ini masih cair. Ada beberapa partai politik yang secara resmi dan terbuka menyampaikan dukungan kepada Jokowi atau Prabowo. Tapi, masih ada partai yang gamang bahkan belum memutuskan sikap sama sekali. Golkar dan PKS, menurut Ramadhan, paling tidak menunjukan sikap tersebut.

"Kemarin Pak Ical bertemu Pak SBY, siang ini bertemu Bu Mega. Belum saling kunci," demikian Ramadhan.

Kabar PKS akan merapat ke Demokrat menguat setelah Prabowo menyampaikan maju bersama Hatta Rajasa pada Pilpres. PKS merasa diingkari karena sebelumnya Prabowo janji untuk urusan cawapres akan dibicarakan bersama-sama partai mitra koalisi. Selain itu, PKS merasa tiga kandidat cawapres hasil Pemira sama sekali tidak dilirik Prabowo.

Poros baru paling memungkinkan digagas Demokrat bersama Golkar. Demokrat kabarnya kini tengah merayu Golkar untuk menjadi bagian di dalamnya. Untuk memuluskan rencana ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X diskenariokan jadi capres yang diusung.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya