Berita

Politik

Garda Bangsa Jagokan Tokoh Ini Jadi Cawapres Jokowi

KAMIS, 15 MEI 2014 | 16:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tokoh yang layak mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden adalah Muhaimin Iskandar. Cak Imin, demikian Ketua Umum DPP PKB itu disapa, memenuhi seluruh kriteria untuk menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres mendatang. Ketimbang Jusuf Kalla, misalnya, dia lebih menjanjikan karena masih muda, visioner dan memiliki rekam jajak yang bagus.

"Cak Imin pemimpin yang komplit. Muda, visioner, rekam jejak dan integritas bagus, berpengalaman di eksekutif dan legislatif, serta memiliki basis dukungan kuat di kalangan nahdliyyin," jelas Ketua Umum DKN Garda Bangsa M. Hanif Dhakiri dalam keterangannya sesaat tadi (Kamis, 15/5).

Dari sisi karakter kepemimpinan, kata Hanif menilai, Jokowi dan Cak Imin memiliki chemistry yang kuat dan cocok. Gaya kepemimpinan Jokowi yang sederhana dan tidak berjarak dengan rakyat selaras dengan gaya kepemimpinan dunia pesantren yang bersahaja dan egaliter.


"Gaya kepemimpinan Jokowi itu pas dengan kultur kepemimpinan pesantren yang ada pada diri Cak Imin. Sama-sama sederhana, bersahaja dan tidak berjarak dengan rakyat. Keduanya adalah kombinasi yang tepat untuk Indonesia baru yang lebih baik", terang Sekretaris FPKB DPR RI ini.

Hanif menjamin seluruh kekuatan struktural dan kultural PKB maupun NU akan lebih bisa all-out memenangkan Jokowi apabila Muhaimin Iskandar yang mendampinginya sebagai Cawapres. Kombinasi Jokowi-Muhaimin, dalam pandangan Hanif, juga akan menegaskan kebersamaan PDIP-PKB sebagai kebersamaan ideologis dan strategis. Bila dibandingkan dengan Abraham Samad, misalnya, masih jadi pertanyaan apakah dia bisa menambah suara untuk Jokowi.

"Jokowi Muhaimin akan menjadi simbol kebersamaan NU dan Marhaen, dua kekuatan politik yang merupakan pemegam saham utama NKRI. Duet Jokowi Muhaimin sungguh pas mengusung cita-cita Trisaksi Bung Karno. Cak Imin punya banyak nilai tambah bagi Jokowi. Insya Allah bisa menang satu putaran," tegasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya