Berita

Pencarian MH370 Kembali Menemui Kendala, Bluefin-21 Rusak

KAMIS, 15 MEI 2014 | 09:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya pencarian pesawat terbang Malaysia Airlines MH370 di bawah permukaan laut terpaksa ditunda. Disebutkan, penundaan itu dilakukan karena ada kesalahan fungsi kapal selam pencari Bluefin-21.

Jaringan komunikasi antara kapal selam tanpa awak berwarna kuning itu dengan kapal induk yang menjadi pusat komunikasi pencarian terputus. Diperkirakan penundaan akan berlangsung selama empat hari.

Bluefin Bluefin-21 merupakan satu-satunya kapal selam yang mencari jejak Boeing 777 200ER yang hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada tanggal 8 Maret lalu. Hingga kini belum ada kejelasan mengenai nasib pesawat nahas itu.


Wakil Direktur Teknik Samudera Angkatan Laut AS, Michael Dean, dalam keterangan hari Rabu (14/5) mengatakan, transponder Bluefin-21 rusak ketika diangkat oleh kapal milik Australia, Ocean Shield. Bluefin-21 tersangkut alat navigasi yang ada di sisi Ocean Shield.

Ketika Bluefin-21 sedang diperbaiki, kru baru menyadari bahwa mereka tidak memiliki suku cadanga pengganti bagian-bagian yang rusak dari Bluefin-21 di atas Ocean Shield.

Seperti dikutip dari CNN, Ocean Shield telah meniggalkan wilayah pencarian dan kini dalam perjalanan menuju pantai barat Australia. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya