Berita

goenawan mohammad/net

Politik

Goenawan Mohammad Mundur dari PAN

KAMIS, 15 MEI 2014 | 00:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung pencapresan Prabowo Subianto membuat kecewa salah satu pendiri partai tersebut, Goenawan Mohamad. Sastrawan Indonesia yang juga pendiri Majalah Tempo itu menyatakan mundur dari partai.

"Ketika saya, bersama teman-teman secita-cita mendirikan PAN di awal Reformasi, saya berharap ikut menyumbang perbaikan semangat dan mutu kepartaian Indonesia, yang sudah dirusak oleh Orde Baru. PAN adalah kelanjutan dari gerakan pro demokrasi yang melawan kekuasaan otoriter Jenderal Suharto," kata Goenawan dalam keterangannya yang dilansir laman jejaring sosial Facebook, Rabu (14/5).

Goenawan menceritakan sejak kejatuhan rezim Suharto, dirinya dan kawan-kawan seperjuangan ingin membangun sebuah partai yang punya platform politik jelas untuk diperjuangkan ke arah demokrasi yang lebih luas, kebhinekaan yang lebih hidup, dan kesejahteraan yang lebih merata. Dalam sejarahnya PAN pernah berusaha ke arah tersebut. Tetapi makin lama makin tidak memandang politik sebagai perjuangan. Melainkan hanya hasrat mengukuhkan posisi dalam struktur yang ada dan untuk memperoleh jabatan empuk bagi para elitnya.


Dia mengakui bahwa hal seperti itu menjadi tabiat partai-partai di Indonesia sekarang. Sebagai partai yang lahir dari Reformasi seharusnya PAN dapat mencoba memperbaiki keadaan itu, tetapi tidak dilakukan. Hingga akhirnya dalam pemilu dan pemilihan presiden 2014, PAN makin terseret ke dalam lingkaran oportunisme.

"Yang diupayakannya hanyalah agar ketua umum dapat jabatan wakil presiden. Karena itu, PAN bersedia mendukung kekuatan yang di masa Orde Baru ingin memadamkan gerakan pro demokrasi, antara lain dengan cara-cara kekerasan," jelas Goenawan.

Selama ini, lanjutnya, meskipun dengan kekecewaan, Goenawan tetap menjadi anggota PAN dan membayar iuran secara teratur.

"Tetapi kali ini saya tidak punya harapan lagi. Saya menyatakan berhenti dari keanggotaan," tegas Goenawan.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya