Berita

Politik

Dolar Milik Eksekutor Holly Bukan dari Gatot

RABU, 14 MEI 2014 | 23:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Auditor Utama Badan PemeriksaKeuangan (BPK), Gatot Supiartono membantah pernah memberikan uang kepada Surya Hakim, eksekutor pembunuhan Holly Angela Hayu.

"Saya tidak pernah memberi dolar ke Surya," kata Gatot menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Badrun Zaini dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Rabu, 14/5).

"Ah yang benar, jangan berbohong anda, Surya sudah mengatakan itu?" cecar Hakim Badrun.


Gatot tetap pada pendiriannya. Dia menegaskan tidak ada dolar diberikan kepada Surya. "Saya tidak pernah memberi dolar sekalipun Yang Mulia," tegas Gatot.

Surya diketahui memiliki segepok uang dolar. Hal itu terungkap saat sidang menghadirkan pegawai money changer tempat Gatot biasa menukarkan uang.

Selain soal dolar, Gatot juga diminta menjelaskan asal usul hubungannya dengan Holly yang berprofesi sebagai pemandu lagu di sebuah tempat hiburan malam di Hotel Borobudur.

"Saya ingin membantu dia (Holly). Ngapain kamu minum, kalau kamu sakit gak ada asuransi," kenang Gatot soal awal pertemuannya dengan Holly.

Setelah berhasil membujuk Holly, Gatot pun menikahi Holly dan meminta untuk berhenti bekerja di tempat karaoke. Semuanya berjalan lancar, bahkan istri pertama Gatot, Herbuadianti merestui. Sampai akhirnya Gatot mendengar kabar Holly terbunuh di apartemennya di Kalibata City.

Sebagai Auditor Utama BPK kala itu, Gatot sadarkonsekuensi dari jabatan yang diembannya. Maklum, tugas Gatot sehari-hari biasa menangani audit di bidang Polhukam antara lain pemeriksaan dilingkungan Kemhan, TNI dan POLRI. Tak jarang, ancaman teror kerap didapatkan Gatot.

"Pernah Bumper mobil saya ditabrak daribelakang. Kemudian waktu saya ke Bandung bersama keluarga Holly, kaca mobil saya dilempar hingga pecah," keluh Gatot.

Tak hanya itu, SMS dan telepon bernada ancamansering kali menjadi makanan sehari-hari Gatot. Di depan hakim, Gatot mengaku, beberapa kali menerima penghargaan atas prestasinya.

"Saya hampir disetiapjenjang mendapat kenaikan pangkat istimewa," ucap Gatot.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya