Berita

Politik

Pedagang Pasar Tantang Capres Beberkan Platform dan Tim Ekonomi

RABU, 14 MEI 2014 | 20:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan Presiden sejatinya adalah gerbang konstitusional bagi masyarakat untuk memilih pemimpin. Salah satu persoalan krusial yang harus dihadapi lima tahun ke depan adalah persoalan ekonomi. Karenanya, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menantang para calon presiden mengumumkan platform ekonominya kepada masyarakat.

"Kami tidak ingin isu tentang ekonomi kerakyatan maupun pro wong cilik hanya jargon ataupun artifisial belaka. Masyarakat berhak mengetahui siapa saja tim ekonomi yang akan menerjemahkan platform ekonomi tersebut menjadi program pemerintah," ujar Ketua DPP Imam Hadi Kurnia dalam keterangan persnya (Rabu, 14/5).

Menurut dia, mengumumkan platform ekonomi dan tim ekonomi dalam kabinetnya bila terpilih nanti sangat penting agar masyarakat bisa menilai secara langsung keselarasan antara platform ekonomi calon presiden dengan calon menteri di bidang ekonomi nya kelak. Jangan sampai, dalam kampanyenya, seorang calon presiden berbicara tentang keberpihakan terhadap ekonomi rakyat, pasar tradisional maupun usaha kecil tapi faktanya di kebinet ternyata menteri tim ekonominya disesaki orang yang memilik kiblat ekonomi neoliberal.


"Kami mengapresiasi siapapun calon presiden yang berani membuka platform dan tim ekonominya kepada publik. Karena itu bentuk dari keseriusan nya membangun bangsa dan negara serta mensejahterakan masyarakat," kata Imam.

Menurut dia, DPP IKAPPI mendesak para calon presiden untuk mengumumkan tim ekonomi dalam kabinetnya paling lambat seminggu setelah penetapan sebagai calon presiden. Hal ini penting agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari komposisi dari tim ekonomi tersebut.

"Selaraskah atau tidak dengan platform ekonomi yang mereka kampanye kan. Terutama dalam hal keberpihakan terhadap ekonomi rakyat dan pasar tradisional," demikian Imam.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya