Berita

joko widodo

PILRES 2014

Analisa Angka: Jokowi Bisa Jatuh di Tengah Jalan

RABU, 14 MEI 2014 | 18:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setiap manusia dipengaruhi oleh angka-angka tanggal kelahiran. Ada pengaruh yang baik, dan sebaliknya ada pengaruh yang buruk. Kendati nilai plus dan minus ini dapat diubah, namun pada dasarnya setiap angka memiliki karakter yang eksak dan pasti.

Dalam perbincangan dengan redaksi, Rabu petang (14/5) pakar numerologi Robert Hamada membeberkan pengaruh tanggal kelahiran capres PDI Perjuangan Joko Widodo. Menurut pria kelahiran Medan ini, Jokowi yang lahir pada 21 Juni 1963 dipengaruhi angka 8 dan memiliki unsur api.

Dari angka-angka kelahiran itu dapat digambarkan bahwa Jokowi memiliki semangat, bertanggung jawab, baik budi, dapat dipercaya, punya karisma dan punya pendukung.


Namun selain kekuatan di atas, ia juga memiliki sejumlah kekurangan yang dapat menjerumuskannya ke jurang kejatuhan.

"Jokowi pendiam, konservatif, cenderung pasif, kelihatan keras, pemarah, suka menunda-nunda, terlalu berhati-hati tidak pandai melihat keadaan, dan terlalu percaya pada diri sendiri," ujar Robert Hamada.

"Dengan demikian dapat dipahami apabila ia juga tidak punya orientasi, kurang komunikasi, kurang perencanaan dan kurang adaptasi," sambungnya.

Robert Hamada adalah seorang pengajar dan konsultan numerologi. Salah seorang gurunya adalah ahli angka dari Malaysia, Dr. Oliver Tan. Dalam lima tahun terakhir Robert telah menganalisis puluhan ribu tanggal lahir.

Kembali mengenai Jokowi, Robert Hamada mengatakan, angka-angka yang mengitari Jokowi memperlihatkan ia rentan hidup dalam tekanan.

"Bila ia menjadi presiden, sifat ini sangat tidak baik bagi Indonesia dan bisa merugikan negara," kata dia lagi.

Jokowi juga termasuk individu yang dapat dengan mudah menggapai karier. Namun, dia juga memiliki peluang jatuh dengan kecepatan yang sama. Jokowi juga disebutkan rentang melanggar aturan. Dan sekali melanggar aturan, ia akan masuk penjara.

"Jadi sangat terbuka kemungkinan Jokowi akan jatuh di tengah jalan bila dipaksakan jadi presiden," demikian Robert Hamada. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya