Berita

Joko widodo/net

Jangan Sampai Jokowi Digandengkan dengan Tokoh yang Menggerus Dukungan

SELASA, 13 MEI 2014 | 23:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Elit PDI Perjuangan dan calon presiden partai itu, Joko Widodo, diminta ekstra hati-hati dan tidak terburu-buru menetapkan calon wakil presiden. Pertarungan semakin seru, sementara lawan semakin kuat.

Kesalahan dalam memilih pasangan bisa berakibat fatal dan membuyarkan impian.

Salah satu yang perlu diperhatikan elit PDIP dan Jokowi dengan ekstra sungguh-sungguh adalah basis dukungan riil bakal cawapres.


"Jokowi harus benar-benar didampingi tokoh yang bisa menambah basis dukungan Jokowi dan PDIP, bukan sebaliknya yang akan menggerus," kata peneliti Lingkar Studi Perjuangan, Gede Sandra.

"Jangan tergoda dengan tokoh yang dikesankan memiliki dukungan luas, tetapi ternyata tidak," kata dia lagi.

Menurutnya, segelintir elit PDIP saat ini tengah memaksakan Jusuf Kalla sebagai pasangan Jokowi dengan pertimbangan JK memiliki basis dukungan yang besar yang bisa menambah kekuatan pasangan itu di arena pilpres.

Pandangan ini, sebut Gede Sandra, jelas keliru dan menyesatkan. JK, sebutnya, memang memiliki popularitas yang lumayan. Tetapi bukan untuk elektabilas.

"Tentu banyak yang mengenalnya, karena ia pernah lima tahun jadi wakil presiden, dan beberapa tahun jadi menteri. Tetapi keterkenalan tidak begitu saja berbanding lurus dengan keterpilihan. Buktinya, JK kalah total di arena pemilihan presiden 2009.

Mengapa popularitas JK tidak berbanding lurus dengan keterpilihannya?

Kata Gede Sandra lagi, JK dikenal karena kontroversinya. Baik karena kebijakannya yang dinilai kerap menambah kesulitan rakyat kecil, juga karena "keberaniannya" menerobos dan berseberangan dengan atasan. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya