Berita

Politik

PILPRES 2014

Prabowo Berjasa Kuat di Kalangan Bisnis dan Kelas Menengah

SELASA, 13 MEI 2014 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertunangan politik antara Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 9 Juli mendatang hampir bisa dipastikan sudah tidak bisa diganggu lagi.

Sore tadi, bahkan Prabowo menemani Hatta bertemu Presiden SBY untuk meminta izin mengundurkan diri sebagai Menko Perekonomian.

Pakar politik Muhammad AS Hikam memprediksi duet Prabowo-Hatta akan kesulitan mendulang suara dari kalangan nahdliyyin. Duet yang tengah dipopulerkan dengan istilah Prabowo Berjasa juga diprediksi akan sulit mendulang suara pemilih di wilayah Indonesia timur.


"Tetapi pasangan ini kuat di kalangan bisnis dan kelas menengah kota serta sebagian wilayah Sumatera," kata Hikam dalam laman facebooknya (Selasa, 13/5).

Untuk bisa memenangkan pertarungan dengan Jokowi, kata Hikam, Prabowo masih perlu menggalang pendukung yang kuat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan wilayah timur Indonesia.

"Inilah tantangan yang cukup berat (bagi Prabowo)," paparnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya