Tak sedikit yang terperanjat melihat manuver Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie petang tadi. Didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan sejumlah petingi partai beringin itu, Ical menemui capres PDI Perjuangan Joko Widodo di pasar Gembrong, Johar Baru, Jakarta TImur (Selasa, 13/5).
Sempat disebutkan bahwa dalam pertemuan itu, Ical dan Jokowi akan mendeklarasikan koalisi kedua partai dalam pemilihan presiden Juli mendatang.
Nyatanya, di hadapan awak media yang mengerubuti mereka, baik Jokowi dan Ical sama sekali tidak menyinggung soial koalisi. Apalagi soal capres dan cawapres.
Jokowi mengatakan, pertemuan di pasar tradisional sengaja dilakukan untuk memperlihatkan kedua partai punya sikap yang sama soal ekonomi kerakyatan. Selain itu, Jokowi lebih banyak tertawa seperti biasa.
"Ini sudah ketemu di titik, di titik, di titik… Kok masih ditanyakan," kata Jokowi dengan senyum khasnya.
Pertemuan kedua insan dari dua partai berbeda itu memang belum dapat disebut sebagai bibit ke arah koalis. Sejumlah kalangan mengatakan masih jauh jalan menuju koalisi PDIP dan Golkar. Sebegitu jauhnya, kemungkinan besar malah tidak akan berpapasan apalagi bertemu di suatu titik.
Lantas, mengapa Aburizal Bakrie memberanikan diri mendatangi Jokowi? Apakah ia sedang menawarkan diri untuk digandeng Jokowi, atau apakah ia akan mendorong salah seorang petinggi partai itu untuk menjadi pendamping Jokowi dalam pilpres nanti?
Tafsir lain menyebutkan bahwa sesungguhnya manuver Ical mendatangi Jokowi di Pasar Gembrong adalah bagian dari komunikasi tingkat tinggi antara Ical dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Di satu sisi, Ical memang ingin menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan Jokowi walaupun hal itu jauh. Ini sama seperti ketika Ical dengan mengendarai helikopter mendatangi kediaman Prabowo Subianto di Hambalang, beberapa hari lalu.
Di sisi lain, Ical sedang mengirimkan pesan kepada SBY mengenai kemungkinan koalisi antara Golkar dan Demokrat. Pertemuan di Pasar Gembrong dengan Jokowi adalah jawaban langsung yang disampaikan Ical atas pertemuan SBY dengan Prabowo dan Hatta Rajasa di Istana Merdeka. Prabowo dan Hatta telah meresmikan "pertunangan" politik mereka.
Menerima kunjungan Prabowo di Istana bisa juga dibaca sebagai upaya SBY menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Gerindra dan PAN.
Tetapi sesungguhnya, baik SBY belum punya niat menjalin koalisi dengan Prabowo. Begitu juga Ical belum punya keinginnan membangun koalisi dengan PDIP. Keduanya sekadar sedang coba-coba, untuk saling membaca reaksi.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pembicaraan koalisi antara Golkar dan Demokrat masih terus berlangsung. Saling kirim pesan masih terus terjadi. Baik secara langsung, maupun melalui manuver-manuver yang melibatkan pihak ketiga.
[dem]