Berita

jokowi-jk/net

Politik

CAWAPRES JOKOWI

Survei: Suara Jokowi Cenderung Stagnan dan Menurun

SELASA, 13 MEI 2014 | 16:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Duet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) kembali moncer. Pasangan generasi muda dan matang Jokowi-JK berada di puncak, namun elektabilitas walikota Solo tersebut langsung anjlok jika dipasangkan dengan Abraham Samad atau Mahfud MD.

Survei lembaga Indokator Politik Indonesia mencatat, pasangan capres-cawapres Jokowi-JK memperoleh peringkat tertinggi sebesar 60,2 persen, dibandingkan berpasangan dengan Mahfud MD melorot ke 44,9 persen dan semakin terjun jika berduet dengan Abraham sama di angka 42,9 persen.

Perpaduan sipil-militer juga tidak mendongkrak elektabilitas Jokowi. Jika capres partai Banteng itu disandingkan dengan figur militer, Ryamizard Ryacudu hanya 42,5 persen, dan Panglima TNI Jenderal Moldoko anjlok ke 39,3 persen.


Sosok Cawapres memang menjadi faktor penting untuk memastikan kemenangan Jokowi. Menurut hasil survei elektabilitas antar capres, Jokowi mulai tersusul oleh Prabowo. Dalam survei top of mind, menurut hasil survei, Jokowi masih unggul dengan elektabilitas sebesar 31,8 persen. Prabowo menyusul dibawahnya dengan 19,8 persen. Elektabilitas Jokowi itu turun dari survei bulan Maret 2014, yang saat itu mendapatkan 32,5 persen. Sementara elektabilitas Prabowo saat itu baru di angka 11,4 persen.

"Suara Jokowi cenderung stagnan dan menurun. Yang menarik prabowo secara top of mind naik signifikan," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Selasa (13/5).

Ia menambahkan, kemungkinan hanya terjadi dua poros kekuatan capres yaitu anatar Jokowi dan Prabowo.

"Melihat kondisi ini, hanya Jokowi dan Prabowo yang akan bersaing ketat di pemilihan nanti. Karena elektabilitas Prabowo dalam dua bulan ini terus menguat," jelas Burhanudin dalam keterangannya.

Populasi Indikator Politik adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dengan jumlah sampel 1220 orang. Margin of eror plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode dilakukan dengan wawancara tatap muka 20-26 April 2014. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya