Berita

Politik

Megawati Galau Pilih Cawapres Jokowi

SENIN, 12 MEI 2014 | 20:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelambanan PDIP mengumumkan calon wakil presiden pendamping Joko Widodo alias Jokowi diprediksi akibat kegalauan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kegalauan Megawati muncul karena masih kuatnya dukungan arus 'dalam' partai yang menginginkan "trah Soekarno" yang menjadi pendamping Jokowi.

"Trah Soekarno yang diinginkan jadi cawapres Jokowi adalah Puan Maharani. Puan sebagai "Putri Mahkota" Megawati diyakini oleh kalangan internal PDIP mempunyai kemampuan sebagai wapres," ujar pengamat politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi (Senin, 12/5).

Prediksi lainnya, kata Andi William, kegalauan Megawati karena mendengarkan banyaknya "bisikan" dari orang-orang di sekitarnya yang menjadi 'tim sukses' figur ekternal yang menginginkan menjadi cawapres Jokowi. Para pembisik misalnya 'merayu' Megawati dengan alasan orang yang disodorkannya tepat menjadi cawapres Jokowi karena berpengalaman, mewakili kalangan Islam dan Indonesia timur.


Menurut Andi William, kegalauan Megawati juga akibat partai-partai pendukung Jokowi sebagai capres, yakni Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sudah tentu permintaan kedua partai tersebut mesti dipenuhi karena tanpa mereka tiket pencapresan Jokowi raib.

Akibat buruk dari posisi tersebut, kata Andi William, Megawati bisa menunjuk cawapres yang merugikan Jokowi di Pilpres 9 Juli mendatang. Untuk itu dia menyarankan Megawati sesegera mungkin mengumumkan cawapres dan membentuk tim sukses pemenangan bersama dengan partai pendukung. Bukan justru partai pendukung membuat tim sukses masing-masing.

"Selain itu partai pendukung juga dapat melakukan konsolidasi secara efektif, dengan menggerakkan mesin-mesin politiknya di tingkat akar rumput," demikian Andi William.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya