Berita

dahlan iskan/net

Politik

Pemuda Lampung Dukung Capres Alternatif Dahlan Iskan

SENIN, 12 MEI 2014 | 18:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lintas Mahasiswa dan Pemuda se-Lampung (AMPL) mendorong elit parpol untuk mendukung  capres alternatif.  Salah satu Capres alternatif yakni Dahlan Iskan yang diyakini akan menjadi pemenang dari Konvensi Partai Demokrat.

Erlangga Saputra, aktivis AMPL meyakini masyarakat juga harus diberikan solusi pemimpin alternatif, di luar dua nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Apalagi, rivalitas Jokowi dan Prabowo sudah mulai tidak sehat

"Jangan hanya diberikan dua nama saja, Jokowi dan Prabowo, harus ada solusi pemimpin lain. Bukannya kedua nama Capres itu tidak baik, hanya saja tak elok bagi demokrasi,'' kata Angga di acara 'Menggagas Calon Pemimpin Alternatif dalam Perspektif Generasi Muda' di caffe The Coffe  Bandar Lampung, Senen siang (12/5).


Angga menyebut, Pilpres selama ini selalu diikuti minimal tiga pasangan. Sebaiknya ini terus berlangsung agar masyarakat diberikan beberapa nama sebagai pemimpin plus programnya. Tambah Angga, elit politik harusnya bisa mengetahui keinginan masyarakat yang berharap pada pemimpin alternatif.

Ditegaskan dia, melihat hasil dari lembaga survei beberapa minggu terakhir, Menteri BUMN Dahlan Iskan unggul dari 10 calon peserta Partai Demokrat lainnya. Pasalnya, pemenang konvensi ditentukan berdasarkan hasil survei publik.

"Kita mendukung Dahlan Iskan sebagai capres, karena pak Dahlan merajai berbagai survei dan elektabilitasnya juga unggul dari peserta konvensi lainnya. Wajar jika layak menjadi Capres hasil Konvensi Demokrat," katanya.

Angga menambahkan, Dahlan Iskan merupakan sosok yang low profile dan dikenal dengan ide-ide spontanitasnya dalam menyikapi banyak hal, karena menteri BUMN ini, sambungnya, memiliki modal sosial dan politik paling banyak di antara peserta capres konvensi lainnya. Dahlan, kata Angga, punya prestasi yang luar biasa selama BUMN ditanganinya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya