Berita

Politik

Stop Penyimpangan di Ditlantas Tidak Cukup Hanya Mencopot Pejabat

SENIN, 12 MEI 2014 | 15:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ind Police Watch (IPW) mendukung dan memberi apresiasi langkah Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti mengusut penyimpangan di Ditlantas Polda Metro Jaya dan Jawa Timur. Namun IPW mengingatkan, langkah tersebut harus dilakukan secara konsisten dengan misi melakukan perubahan gaya hidup maupun kinerja kepolisian.

"Langkah Polri yang mencopot sejumlah pejabat di Ditlantas Polda Metro dan Jatim bisa memberi terapi kejut. Tapi langkah itu saja tidak cukup. Bagaimana pun setelah pencopotan harus ada proses hukum yang konkrit, yakni para pejabat yg terlibat di bawa ke pengadilan Tipikor dan dikenakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya sesaat tadi (Senin, 12/5).

Neta menjelaskan ada empat poin penting yang harus dilakukan Polri pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lalulintas. Pertama, hasil OTT diumumkan secara transparan ke publik dan kemudian para pejabatnya dikenakan UU TPPU.


Kedua, OTT tidak hanya mengkoyo-koyo jajaran lalulintas, tapi juga reserse, logistik untuk membersihkan mafia proyek, dan SDM untuk membersihkan mafia pendidikan SPN, PTIK, Sespim, Sespati maupun mafia jabatan. Ketiga, OTT harus memburu para jenderal atau anggota Polri yang gemar memakai barang-barang mewah dan bermerek mahal serta memburu asal usul kekayaannya.

Dan terakhir, OTT perlu diarahkan untuk memburu istri-istri jenderal maupun perwira polisi yang gila belanja dan gila menggunakan merek-merek mewah serta berlagak sebagai sosialita. Sebab gaji anggota polisi, bahkan gaji jenderal sekali pun tidak akan cukup untuk mengakomodir gaya hidup sosialita yang ditunjukkan sebagian istri jenderal polisi.

"Semua ini harus dibersihkan karena zaman sudah berubah dan Mabes Polri jangan hanya membersihkan jajaran bawah tapi juga harus membersihkan jajaran atas dan elit Polri yang bergaya hidup hedonis," demikian Neta.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya