Berita

Denny JA/net

SURVEI POLITIK

Mengapa Denny JA Harus Bertanggung Jawab...

MINGGU, 11 MEI 2014 | 20:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penetapan perolehan suara Pemilu 2014 secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesungguhnya merupakan ujian bagi lembaga-lembaga survei yang ikut ambil bagian dalam memprediksi hasil pemilu juga dalam melakukan penghitungan cepat atau quick count.

Semakin dekat jarak prediksi dan QC yang dilakukan lembaga survei dengan hasil final count yang dilakukan KPU, semakin kredibel lembaga survei itu, dan semakin patut untuk dipercaya publik. Sebaliknya, semakin jauh dengan hasil FC KPU semakin tidak kredibel lembaga survei dan semakin tidak pantas dipercaya publik.

Demikian yang dapat disimpulkan dari pertanggungjawaban yang disampaikan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terhadap hasil survei dan QC Pemilu 2014 yang dilakukan LSI.


"Tanggal 9 Mei 2014, KPU mengumumkan hasil resmi pemilu legislatif. Saat itulah semua prediksi dan quick count lembaga survei diuji," ujarnya Denny JA.

Dia mengatakan, hasil QC pemilu yang dilakukan lembaga survei sejauh ini sudah menjadi pegangan partai politik dalam menegosiasikan tiket calon presiden. Celaka bila partai politik menggunakan survei dan QC yang dilakukan lembaga survei yang tidak kredibel.

"Jika menunggu hasil resmi KPU, negosiasi antar partai dan tokoh sudah sangat terlambat. Tapi akuratkah prediksi hasil survei sebelum pileg dan QC setelah pileg?  Bisakah hasil mereka dipercaya?" kata Denny JA lagi.

Tahun 2006 lalu Rakyat Merdeka Online memberikan penghargaan Political Entrepreneur atas peranannya memperkenalkan survei dalam praktik demokrasi Indonesia.

Denny JA membandingkan hasil survei LSI yang diumumkan di Harian Rakyat Merdeka pada H-1 dan Hari H. Survei LSI dan hasil FC KPU hanya berbeda untuk perolehan suara Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

LSI memperkirakan Partai Golkar mendapatkan lebih dari 16 persen suara. Tapi ternyata Golkar mendapatkan 14,75 persen suara. Sementara untuk PKB, survei LSI memperkirakan partai itu akan memperoleh suara antara 3,5 persen hingga 8 persen. Dari hasil penghitungan KPU memperlihatan PKB memproleh 9,04 persen.

"Untuk prediksi survei, dari 12 partai yang diprediksi, perolehan 10 partai sangat akurat. Prediksi dua partai lainnya hanya berbeda 1,2 persen. Ini bisa dikategorikan dahsyat untuk sebuah ilmu sosial yang  memprediksi apa yang belum terjadi," katanya.

Adapun hasil QC yang dilakukan LSI dan diumumkan di TVOne memperlihatkan perbedaan yang begitu tipis dengan hasil penghitungan KPU.

"Sedangkan untuk QC semua rangking partai sama dengan dengan hasil penghitungan suara di KPU. Sedangkan hasil perolehan suara selisihnya beragam, mulai dari 0,01 persen sampai 0,8 persen. Rata-rata selisih absolut 0,24 persen, atau masih di bawah 0,5 persen sesuai yang diklaim ketika QC diumumkan," kata Denny JA lagi.

Dia juga mengatakan bahwa barangkali kini LSI menjadi  lembaga survei dan konsultan politik yang  paling besar diukur dari publikasi juga dari  jumlah klien.

"Justru karena itu, LSI harus  bertanggung jawab secara akademik atas publikasinya. Publik harus ikut menguji," demikian Denny JA yang tahun lalu meraih Democracy Award dari Rakyat Merdeka Online ini. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya