Berita

prabowo subianto/net

Beathor Surjadi: Prabowo Itu Masa Lalu

MINGGU, 11 MEI 2014 | 11:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Momentum politik yang paling pas untuk Prabowo Subianto adalah periode 1997-1998. Bukan sekarang, saat presiden sudah dipilih langsung oleh rakyat. Panggilan alam untuk Prabowo sudah lewat.

Demikian penilaian politisi PDI Perjuangan, Beathor Surjadi, mengomentari mantan Danjen Kopassus yang kini adalah saingan utama jago PDIP Joko Widodo.

Menurut anggota DPR RI ini, pada periode 1997-1998 Prabowo sudah melakukan hal yang benar untuk menggapai kekuasaan. Sayangnya, karena ragu-ragu berbagai upaya itu tidak membuahkan keberhasilan.


"Saat itu Presiden Soeharto di luar negeri. Dia sudah menguasai hampir 70 persen militer, terutama Kostrad dan Kopassus. Dia menemui Wapres BJ Habibie. Tetapi karena ragu-ragu ya pulang lagi," ujar Beathor.

Beathor juga menyoroti latar belakang keluarga Prabowo.

Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo, pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri di Kabinet Natsir (1950-1951), Menteri Keuangan di Kabinet Wilopo (1952-1953) dan Menteri Keuangan di Kabinet Burhanuddin Harahap (1955-1956). Tahun 1957 Soemitro bergabung dengan PRRI Permesta yang mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat.

Soemitro kemudian memilih melarikan diri dari Indonesia dan bekerja sebagai konsultan ekonomi dI Malaysia, Hongkong, Thailand, Prancis dan Swis antara 1958 hingga 1967.

Setelah Soeharto berkuasa, Soemitro kembali ke Indonesia dan mendapatkan posisi sebagai Menteri Perdagangan Kabinet Pembangunan I.

Adapun nama Subianto yang digunakan Prabowo di belakang namanya adalah nama salah seorang pamannya, Subianto Djojohadikusumo yang tewas dalam pertempuran Lengkong di Serpong bersama Mayor Daan Mogot.

Kelihatannya Prabowo lebih nyaman menggunakan nama Subianto.

Hal lain yang dijadikan pertimbangan oleh Beathor adalah salah satu pernyataan Jenderal LB Moerdani dalam biografinya. Benny Moerdani bercerita keputusannya memindahkan Prabowo dari Kopassus ke Kostrad karena Prabowo tidak disiplin. Dia juga membangun faksi di antara prajurit TNI. Benny Moerdani pun mencatat Prabowo sebagai prajurit yang ambisius.

"Menurut Pak Benny Moerdani, ambisi itu bagus karena membangun harapan. Sedangkan ambisius itu membunuh harapan orang lain," kata dia lagi.

"Sekarang dia ingin melawan alam agar dipilih rakyat. Padahal waktu sudah berubah, dan panggilan alam sudah untuk Jokowi," demikian Beathor. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya