Berita

sri mulyani/net

MEGASKANDAL CENTURY

Sri Mulyani Aneh, Data BI Diragukan Tapi Bailout Tetap Dikucurkan

MINGGU, 11 MEI 2014 | 10:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kesaksian Sri Mulyani Indrawati di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pekan lalu lebih tampak sebagai upaya untuk membersihkan diri dan melepaskan tanggung jawab dari megaskandal danatalangan Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun.

Di satu sisi, dia mengatakan bahwa dirinya meragukan data Bank Indonesia (BI), ketika itu dipimpin Boediono, mengenai kondisi Bank Century. Tetapi di sisi lain sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani tetap menyetujui proposal Boediono itu.

"Saya kaget ketika Ibu Sri Mulyani (di depan pengadilan) mengatakan data Bank Indonesia (yang dijadikan dasar mengusulkan bailout) tidak benar, tidak beres, dan diragukan. Tetapi kenapa ia menyetujui?" ujar ekonom senior DR. Rizal Ramli yang memberikan perhatian serius terhadap megaskandal ini.


"Seharusnya, kalau Sri Mulyani tahu bahwa data Bank Indonesia tidak benar atau meyesatkan, dia menghentikan proses pembayaran bailout. Tetapi yang kita sama ketahui, dana dikucurkan terus sampai bulan Juli 2009," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat itu lagi.

Menyimak kesaksian tokoh-tokoh kunci ketika kasus itu terjadi, Rizal Ramli menyimpullkan ada upaya bersama untuk melarikan diri dan melepaskan tanggung jawab.

"Mereka bagian dari proses skandal yang merugikan negara yang sangat besar," demikian Rizal Ramli. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya