Berita

Dino Patti Djalal/net

Bakal Capres Demokrat: Banyak Acara TV Membunuh Sel Otak

MINGGU, 11 MEI 2014 | 07:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peserta konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal meminta agar stasiun televisi (TV) menayangkan program program yang lebih mendidik kepada masyarakat.

Menurutnya, stasiun TV seharusnya tidak hanya melihat media televisi sebagai sebuah industri yang mengejar rating sehingga abai dalam menjalankan tanggung jawab dan fungsinya untuk memberikan edukasi.

Dino menjelaskan, saat ini banyak program-program TV yang justeru mematikan kreatifitas dan nalar masyarakat dengan tayangan gosip, tahayul dan infotainment.


"Semakin banyak acara televisi yang membunuh sel sel otak," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (11/5).

Tayangan gosip, tahayul dan infotainment, lanjut Dino, ibarat candu yang berpotensi membunuh kreatifitas dan nalar masyarakat. "Masyarakat tidak menyadari sedang dicekoki tayangan-tayangan yang tidak mendidik. Ini akan membuat kreatifitas masyarakat semakin tumpul. Padahal, tantangan global memaksa kita untuk semakin kreatif," katanya.

Ia juga menyarankan agar waktu-waktu dimana anak menonton televisi diisi dengan program anak yang bersifat mendidik dan merangsang kemampuan berpikir anak. Menurut Dino, anak-anak Indonesia menempati urutan teratas di antara negara-negara di ASEAN untuk urusan menonton siaran televisi terlama.

"Menurut penelitian, rata-rata waktu yang dihabiskan anak-anak Indonesia saat menonton siaran televisi mencapai 5 jam dan bahkan lebih untuk setiap harinya. Adapun negara ASEAN lain hanya 2 sampai 3 jam dalam sehari," terangnya.

Mantan Dubes RI untuk AS ini berharap, peran dan kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ke depan dapat diperkuat agar bisa memaksa stasiun TV untuk membatasi tayangan tayangan televisi yang berkategori tidak mendidik. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya