Berita

kim jong un/net

Tidak Benar Pria Korut Wajib Potong Rambut Seperti Kim Jong Un

SABTU, 10 MEI 2014 | 22:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Beberapa waktu belakangan ini muncul informasi yang mengatakan bahwa model rambut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjadi model rambut wajib di kalangan laki-laki negeri itu.

Informasi lain mengatakan, barang siapa yang tak mau memotong rambutnya seperti putra Kim Jong Il itu akan mendapatkan hukuman yang berat.

Pihak Kedutaan Korea Utara membantah kabar itu, dan menyebutnya sebagai informasi yang disebarkan pihak lawan untuk menjelek-jelekkan negeri mereka.


Seorang diplomat Korea Utara di Jakarta dalam perbincangan dengan redaksi mengatakan, lelaki Korea Utara memiliki kebebasan untuk memilih gaya dan model potongan rambut mereka.

"Tentu saja mereka diperbolehkan memotong rambut seperti Kim Jong Un. Tetapi itu tidak diwajibkan dan diharuskan. Juga tidak benar ada yang dihukum karena tidak memiliki potongan rambut yang sama dengan Marshal Kim Jong Un," ujar diplomat Korea Utara Kim Chil Song.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara yang pertengahan April lalu kembali berkunjung ke Pyongyang membenarkan penjelasan pihak Korea Utara itu.

"Di Pyongyang saya melihat lelaki Korea Utara memiliki model rambut yang beragam," ujar Teguh.

Teguh berkunjung ke Korea Utara dalam rangka menghadiri peringatan hari lahir pendiri negeri itu, Kim Il Sung.

Dia juga mengatakan suasana di Pyongyang kini lebih terbuka dari sebelumnya. Turisme Korea Utara juga memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan yang baik. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya