Berita

PKB Mengubah Konstelasi, Tapi Belum Tentu yang Menang Jokowi

SABTU, 10 MEI 2014 | 22:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak dapat dipungkiri keputusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung PDI Perjuangan dalam pemilihan presiden mendatang sedikit banyak mengubah konstelasi politik. Kehadiran PKB ini membuat PDIP semakin percaya diri setelah sebelumnya Partai Nasdem pagi-pagi sudah menyatakan bergabung.

Namun demikian, kehadiran PKB bukan jaminan jalan Jokowi menuju kursi RI-1 semakin gampang.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Sabtu malam, 10/5).


Hendri mengingatkan, PKB/NU dan PDIP pernah berkoalisi dalam pemilihan presiden tahun 2004 silam. Hasilnya, duet Megawati dan Hasyim Muzadi SBY dan JK di putaran kedua.

"Saat ini capres yang sukses akan sangat ditentukan oleh sosok cawapres. Dan khusus untuk Jokowi, bila ia tidak segera mengembalikan tren politiknya ke arah yang lebih positif maka Prabowo diunggulkan menang," ujarnya.

Dia juga mengatakan, bagi PKB koalisi dengan PDIP ini bagai pedang bermata dua. Di satu sisi menguntungkan karena bila kelak Jokowi menang maka PKB tetap berada di lingkungan kekuasaan. Tapi koalisi ini juga menyebabkan ada suara keluar dari PKB, misalnya suara pendukung Rhoma Irama.

"Lalu, dengan janji Jokowi yang tidak akan bagi-bagi kursi, nampaknya PKB harus melupakan kenikmatan saat berkoalisi dengan Demokrat," demikian Hendri. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya