Berita

ilustrasi/net

CENTURYGATE

Ternyata Antasari Pernah Ancam akan Tangkap Boediono

SABTU, 10 MEI 2014 | 19:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kesaksian mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dalam persidangan kasus Bank Century dengan terdakwa mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya semakin memperkuat dugaan ada megapatgulipat di balik keputusan mengucurkan talangan untuk bank itu.

Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengatakan, Bank Century patut diduga merupakan "ember bocor" sengaja dipilih dalam praktik criminal policy yang sejumlah tokoh kuat di Indonesia.

Rizal Ramli mengatakan, dirinya menedengar langsung cerita mengenai "ember bocor" ini dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang kini mendekam di LP Tangerang karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan.


Antasari pernah didatangi Boediono sekitar bulan Oktober 2008. Dalam pertemuan di gedung KPK itu, Boediono mengatakan hendak mengucurkan bailout untuk Bank Indover, anak perusahaan BI di Negeri Belanda. Dana yang hendak dikucurkan berkisar antara Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. Boediono juga meminta agar KPK memberikan semacam perlindungan hukum bila diperlukan.

Tetapi, Antasari menolak keras keinginan Boediono. Kata Antasari, Bank Indover adalah ember bocor karena sudah sakit sejak lama.

"Pak Antasari ditakut-takuti kalau tidak dilakukan (bailout terhadap Bank Indover) maka kepercayaan terhadap Indonesia rusak, rupiah bisa anjlok, kepercayaan investor merosot, dan sebagainya," cerita Rizal Ramli lagi.

Kelihatannya, Boediono lupa bahwa Antasari pernah menjadi asisten Jaksa Agung Marzuki Darussman di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Di masa itu, Rizal Ramli adalah Menko Ekuin. Rizal pernah meminta Kejaksaan Agung untuk menyelidiki secara khusus kondisi Bank Indover.

"Dan diberitahu oleh Bank Central Belanda (agar Indonesia) tidak usah khawatir kalau terjadi sesuatu, karena Bank Indover dijamin oleh Bank Central Belanda. Tidak akan menimbulkan gejolak," ujar Rizal Ramli yang kini adalah anggota Panel Ahli PBB.

Karena mengerti kondisi Bank Indover itulah, Antasari menolak rencana bailout yang ingin dilakukan Boediono. Antasari malah mengancam akan mengusut danatalangan itu lewat jalur hukum, dan bukan tidak mungkin akan menangkap Boediono.

"Jadi Boediono ketakutan. Berapa waktu kemudian dicarilah ember bocor lain, yaitu Bank Century," kata Rizal Ramli lagi.

Rizal Ramli meminta publik memperhatikan kasus ini dengan sungguh-sungguh. Kalau pun harus ditalangi, setidaknya ukuran dana segar yang disuntikan detara dengan dana pihak ketiga yang ada di Bank Century, yakni Rp 2 triliun. Tetapi mengapa bailout bisa membengkak jadi Rp 6,7 triliun.

"Dari hal itu sudah sangat jelas bahwa patut diduga ini upaya membobol bank yang sangat sistematik dan melibatkan figur-figur penting," demikian Rizal Ramli. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya