Berita

DR. Rizal Ramli/net

CENTURYGATE

Ternyata Rizal Ramli Pernah Selamatkan Bank Sakit Tanpa Sepeser Pun Uang Negara

SABTU, 10 MEI 2014 | 17:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kesaksian Wakil Presiden Boediono dalam persidangan kasus Bank Century dengan terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, kemarin (Jumat, 9/5), tidak menjawab masalah utama berkaitan dengan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memberikan bailout untuk bank itu.

Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengatakan bahwa kesaksian Boediono yang adalah mantan Gubernur BI masih berputar-putar, dan terkesan berkelit untuk menghindarkan tanggung jawab. Adalah Boediono yang pada tanggal 20 November 2001 mengusulkan kepada KSSK agar Bank Century diberikan status baru yakni bank gagal berdampak sistemik.

"Maaf, Pak Boediono masih muter-muter (dalam kesaksiannya), karena sebetulnya masalahnya jauh sangat sederhana. Yakni bank ini tidak pantas untuk dibailout," ujar Rizal Ramli yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu.


Menurut Rizal ada dua alasan utama mengapa Bank Century tidak patut "diselamatkan". Pertama karena bank itu sudah bermasalah sejak awal didirikan. Sudah ada indikasi kejahatan perbankan. Karenanya, momen yang ada di tahun 2008 seharusnya digunakan untuk langsung menutup Bank Century.

Kedua, skala usaha Bank Century termasuk kecil. Sehingga, kalaupun ditutup nyaris tidak akan berdampak.

"Argumen yang mengatakaan akan berdampak sistemik adalah argumen yang sama sekali sangat menyesatkan. Saya curiga kesan krisis ketika itu dimanfaatkan sebagai kedok untuk menutupi kejahatan perbankan ini," kata dia lagi.

Rizal juga menyampaikan pengalamannya menghadapi krisis bank ketika ia menjabat sebagai Menko Ekuin di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Ketika itu BII yang ukurannya enam sampai tujuh kali dari Bank Century mengalami krisis. Tanpa mengeluarkan sepeser uang pun, pemerintahan Gus Dur berhasil menyelamatkan BII.

"Saya minta Bank Mandiri ambil over Bank BII, supaya ada umbrella of confindence. Kami ganti manajemen, dan take over sementara. Dalam waktu enam minggu, uang mengalir kembali ke BII dan kembali stabil," demikian Rizal Ramli. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya