Berita

joko widodo/net

Politik

Projo Laporkan Kampanye Hitam "RIP Jokowi" ke Bareskrim

SABTU, 10 MEI 2014 | 12:49 WIB | LAPORAN:

Pendukung bakal calon presiden dari PDI Perjuangan yang tergabung dalam Pro Jokowi (Projo), mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan kampanye hitam.

Kampanye hitam berisi pengumuman bahwa Joko Widodo meninggal dunia alias Rest In Peace (RIP) pada 4 Mei 2014 dan jenazahnya disemayamkan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung.

Kepala Divisi Hukum dan Konstitusi Projo, Sunggul Hamonangan Sirait, menyatakan bahwa pihaknya merasa kampanye yang juga menyebutkan nama mantan Walikota Solo itu dengan nama Tionghoa, Herbetus Joko Widodo atau Oey Hong Liong, merupakan fitnah dan berbau SARA.


"Kampanye negatif tersebut adalah upaya sistematis yang menyerang pribadi Jokowi. Kami laporkan dengan LP/477/V/2014, dugaan penghinaan pencemaran nama baik dan atau sara Pasal 27 ayat 3 dan atau pasal 28 ayat ayat 2 UU 11/2008 tentang ITE," ungkap Sunggul, usai melapor di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (10/5).

Lanjut Sunggul, pihaknya optimis polisi dapat membongkar pelaku yang menyebar kampanye hitam tersebut.

"Polisi punya kemampuan untuk menyelidiki kasus ini," tambahnya.

Ia mengaku sudah mengendus siapa di balik kampanye hitam itu. Tapi, Projo tetao menyerahkan kasusnya ke aparat hukum.

"Kami menjadi kesulitan untuk melakukan sosialisasi Jokowi dengan kabar seperti ini," ujarnya.

Barang bukti yang dibawa Projo berupa print beberapa media online soal pemberitaan RIP Jokowi. [ald]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya