Berita

Boediono Mendiamkan Isu Utang Piutang Budi Mulya-Robert Tantular

JUMAT, 09 MEI 2014 | 17:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Presiden Boediono mengaku tahu kabar Budi Mulya menerima uang Rp 1 miliar dari pemilik Bank Century Robert Tantular dari pemberitaan.

"Saya baca," kata Boediono menjawab pertanyaan seorang hakim anggota saat bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor Jakarta (Jumat, 9/5).

Saat ramai pemberitaan itu Boediono menjabat Gubernur Bank Indonesia, sedangkan Budi Mulya sebagai bawahannya, menjabat Direktur Deputi Gubernur Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Bank Indonesia.


Boediono tak bisa memastikan kapan tepatnya tahu isu penerimaan uang oleh Budi Mulya tersebut.

"Haduh lupa yang mulia. Tapi ada berita itu kemudian ada proses hukum," jawab Boediono.

Yang ingin dikorek hakim dari Boediono ternyata masalah lain terkait dengan dua pertanyaan ringan itu. Hakim ingin tahu apa tindakan yang dilakukan Boediono saat ramai pemberitaan ada uang mengalir Rp 1 miliar dari Robert Tantular kepada Budi Mulya. Bukankah selaku Gubernur BI seharusnya Boediono menindaklanjutinya.

"Tidak, saya tidak tahu...," ucap Boediono yang langsung dipotong hakim bahwa toh diakui Robert Tantular uang tersebut terkait utang piutang, bukan suap.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya