Berita

Pramono Edhie Wibowo

Wawancara

WAWANCARA

Pramono Edhie Wibowo: Demokrat Masih Menimbang Partai-partai Jadi Mitra Koalisi

KAMIS, 08 MEI 2014 | 10:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rekapitulasi manual yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 9 Mei 2014 akan memaksa partai politiik (parpol) berkoalisi untuk memenuhi ambang batas minimum pengusungan calon presiden (capres).

Peserta konvensi capres Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo yakin, tak ada parpol yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendirian dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

“Hasil hitung cepat dan exit poll yang dilakukan beberapa lembaga survei pasca pemilu legislatif, mengharuskan adanya koalisi. Bahkan, partai dengan perolehan suara terbanyak pun harus berkoalisi untuk bisa mengusung seorang calon presiden,” ujar  Pramono Edhie Wibowo kepada Rakyat Merdeka, Selasa (6/5).


Realitas tersebut, lanjut bekas Kepala Staf Angkatan Darat itu, akan berimbas juga pada keputusan politik Demokrat dalam pilpres mendatang. Demokrat masih menimbang partai-partai yang akan menjadi mitra koalisi. “Jika kalah, Demokrat akan mengambil posisi oposisi,” tegas anggota Dewan Pembina partai berlambang mercy itu.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Apa Partai Demokrat membuka ruang untuk melakukan koalisi dengan poros-poros yang sudah ada?
Itu opsi yang mungkin kami lakukan.Demokrat bisa berkoalisi dengan partai dengan perolehan suara tiga besar hasil hitung cepat.

Berarti Demokrat tidak mengusung capres dong?
Jika berkoalisi dengan parpol tiga besar, kami harus menerima kondisi tidak bisa mencalonkan presiden.

Jika mengusung cawapres, apakah Demokrat mengajukan tokoh hasil konvensi?
Keputusan mengusung capres konvensi atau di luar konvensi adalah hak prerogatif Majelis Tinggi Partai Demokrat. Antara lain pertimbangannya adalah kesepakatan dengan partai koalisi.

Bagaimana dengan pembentukan poros baru?
Itu juga antara lain opsi kami, Demokrat berinisiatif membentuk poros sendiri. Kami membangun koalisi bersama partai lain yang perolehan suara hasil hitung cepatnya lebih kecil.

Jika memilih opsi itu, Demokrat akan mengusung capres sendiri.

Jika kalah dalam pilpres, apa Demokrat siap jadi oposisi?
Kalau menang, kami akan terlibat aktif dalam pemerintahan. Jika kalah, Demokrat mengambil posisi oposisi.

Bagaimana evaluasi Demokrat atas pelaksanaan konvensi?
Evaluasi masih dilakukan oleh panitia konvensi.

Saya belum mendengar hasil evaluasi disampaikan kepada ketua umum ataupun peserta konvensi.

Apa kesan Anda terhadap pelaksanaan konvensi?

Yang pasti, saya bangga menjadi bagian penorehkan tinta emas demokrasi Indonesia. Saya bangga menjadi peserta konvensi terbuka yang dilakukan sebuah partai politik untuk menjaring calon presiden.

Apakah mekanisme konvensi akan dilanjutkan pada Pilpres 2019?

Apakah ini dianggap baik oleh masyarakat Indonesia dan apakah sistem yang sama akan diusung di kemudian hari, saya serahkan keputusanya kepada rakyat Indonesia dan Majelis Tinggi Partai Demokrat. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya