Berita

Hukum

Saksi Benarkan Bos Blue Bird Sandra Tergugat

RABU, 07 MEI 2014 | 22:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tiga orang saksi kembali dihadirkan oleh pihak tergugat, Mintarsih A Latief dalam kasus saham PT Blue Bird di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Rabu, 7/5). Ketiganya adalah Joko, mantan ketua pengemudi Gamya Taksi, Chandra, sekuriti Gamya Taksi dan Didit, sekuriti Gamya Taksi.

Dari keterangan ketiga saksi pada sidang lanjutan ini, semuanya mengaku mengetahui penyandraan yang dilakukan oleh pihak penggugat, Purnomo Prawiro selaku Direktur PT Blue Bird. "Saya mengetahui adanya penyandraan terhadap ibu Mintarsih melalaui radio. Karena merasa pimpinan saya, lalu saya mengerahkan para pengemudi ke gedung PT Blue Bird di Buncit,"kata Joko di ruang persidangan.

Senada dengan Joko, Chandra dan Didit pun saat kejadian langsung menuju gedung PT Blue Bird untuk mencari kebenaran penyandraan tersebut.


"Setelah sampai di gedung PT Blue Bird, Buncit, suasana sudah ramai, namun kami tidak diijinkan masuk oleh pihak keamanan,"terang Chandra.

Saat penyandraan itu, Didit justru sempat masuk ke dalam gedung untuk menemui Mintarsih, namun dengan waktu yang sangat terbatas. "Saya sempat dapat izin untuk masuk dan bertemu ibu Mintarsih, namun hanya sekitar lima menitan saja. Saya melihat wajah ibu Mintarsih sangat tegang di dalam ruangan,"timpal Didit.

Mintarsih sendiri saat memberi keterangan usai sidang mengatakan, salah satu tuduhan terhadap dirinya yang dikatakan telah melakukan percobaan membunuh dengan menyiramkan cairan amoniak saat acara penghargaan PT Bule Bird, sangat tidak masuk akal.

"Kalau memang pihak Purnomo telah melapor hal tersebut ke pihak kepolisian,kenapa tidak ada tindak lanjut kasunya. Apakah mungkin polisi sudah tahu rekayasa yang dilakukan Purnomo,"ujarnya.

Lebih jauh Mintarsih menambahkan, jika gugatan yang dilayangkan kepadanya hingga mencapai 4,9 triliun, mengindikasikan jika Purnomo berupaya memiskinkan dirinya.

"Ini jelas ada upaya memiskinkan saya. Karena tidak hanya aset perusahaan Gamya saja, tapi keluarga saya juga," jelasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya