Berita

Politik

SBY: Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

RABU, 07 MEI 2014 | 17:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak untuk tidak lagi memperdebatkan Pancasila sebagai dasar negara.

"Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara. Mari hentikan debat tentang Pancasila sebagai dasar negara," kata SBY dalam sambutan penerimaan penghargaan The Sukarno Center di Gianyar, Bali (Rabu, 7/5).

SBY menegaskan Pancasila harus menjadi ideologi yang terus dijadikan sebagai dasar negara serta pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Dia berharap para pemimpin di Indonesia mencontoh dan meneladani pemikiran-pemikiran Bung Karno yang akhirnya menjadi awal lahirnya Pancasila.


SBY menjelaskan bahwa Bung Karno adalah pemikir dan pejuang ulung. Bapak Proklamator tersebut juga mampu menggelorakan semangat rakyat untuk mewujudkan cita-cita, membangun solidaritas negara-negara yang dalam penindasan untuk menjadi negara merdeka dan berdaulat.

"Bung Karno juga ada di depan untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa," demikian SBY. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya