Berita

KH Salahuddin Wahid

Wawancara

WAWANCARA

KH Salahuddin Wahid: Tokoh Yang Menguasai Hukum Tepat Jadi Cawapres Jokowi

RABU, 07 MEI 2014 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jokowi melakukan safari politik ke sejumlah sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), akhir pekan lalu. Namun, pertemuan tersebut tidak dapat diartikan sebagai dukungan umat kepada capres PDI Perjuangan itu.

Warga NU bebas menentukan pilihan politiknya dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Bisa mendukung Jokowi  dan bisa juga mendukung capres lainnya.

Demikian disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid, kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, Senin (5/5).


Jokowi menemui Gus Sholah, sapaan Salahuddin Wahid di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/5) malam. Pertemuan Jokowi dengan adik kandung Gus Dur itu dilakukan secara tertutup. 

Menurut Gus Sholah, memberi restu terhadap pencapresan Jokowi tidak dapat diartikan sebagai upaya mengarahkan warga NU. Sebab,  NU merupakan organisasi yang kaya akan dinamika politik, sehingga warga nahdliyin bebas menentukan pilihan.

”Saya mewakili diri saya sendiri, tidak mewakili siapa-siapa. Soal pilihan, terserah masyarakat. Mereka tahu mana yang baik dan apa yang harus dilakukan,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa kesan Anda setelah bertemu Jokowi?
Dia orang baik, tawadhu, disukai masyarakat.

Berarti Anda mendukung Jokowi?
Kalau memang berniat baik, Tuhan akan memilih Pak Jokowi. Insya Allah, Tuhan akan membantu.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, apa yang Anda sampaikan?

Saya menyampaikan beberapa hal kepada Pak Jokowi. Jika terpilih menjadi presiden, saya meminta dia memprioritaskan penegakan hukum dan perlindungan HAM. Khususnya hak ekonomi, hak sosial dan hak budaya.

Kemudian, saya menyampaikan soal reformasi birokrasi. Saya berharap, birokrasi pemerintah bisa berjalan efektif, efisien dan tidak korup.

Menurut saya, kalau dua poin itu dia jalankan, hal-hal lain akan mengikuti atau berjalan secara otomatis. Ekonomi akan berjalan lebih efisien. Program reformasi agraria yang berlangsung sejak periode pertama pemerintahan SBY juga dapat dijalankan.

Apa tanggapan Jokowi?
Dia mendengarkan itu. Dia juga menyetujui apa yang saya sampaikan.

Jokowi bisa menjalankan apa yang Anda sampaikan?
Saya tidak punya kemampuan untuk menilai. Saya kan cuma ketemu sebentar, bagaimana memberi penilaian.

Soal kriteria cawapres, apa yang Anda sampaikan kepada Jokowi?
Menurut saya, cawapres yang tepat mendampingi Jokowi adalah tokoh yang menguasai hukum dan telah menunjukkan prestasinya di negara.

Apakah kriteria itu mengarah kepada bekas Ketua MK Mahfud MD?

Pilihannya ada pada Pak Jokowi. Saya tidak mengarahkan, beliau pasti punya pertimbangan sendiri. Yang jelas, Jokowi hendaknya memilih cawapres sesuai kebutuhan Indonesia.

Maksudnya?
Kalau Jokowi menganggap masalah ekonomi penting, ya pilih Jusuf Kalla (JK). Kalau masalah hukum dan perlindungan HAM, ada Mahfud MD. Jadi, tergantung Mas Jokowi, cawapresnya pengin membantu pemerintahan di bidang apa.

Yang perlu dipertimbangkan adalah cawapres itu bisa membantu peningkatan perolehan suara dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Kalau dengan JK, serahkan wilayah Indonesia timur.  Kalau Mahfud di Jawa Timur.  JK maupun Mahfud merupakan tokoh Islam, sehingga dapat membantu peningkatan perolehan suara dari para pemilih. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya