Berita

Garuda Bantah Pergantian Direksi Intervensi "Nyonya Besar"

SELASA, 06 MEI 2014 | 22:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PT Garuda Indonesia membantah jika pergantian direksi yang terjadi sebelumnya karena adanya tekanan atau intervensi dari pihak-pihak tertentu. Pergantian tersebut murni atas inisiatif pemegang saham.

Sebelumnya, beredar kembali isu pemberitaan jika perggantian Elisa Lumbantoruan sebagai direktur niaga Garuda Indonesia adalah karena adanya permintaan istri direktur utama Garuda Indonesia, Sandrina Abubakar. Atas permintaan istrinya, Emirsyah Satar kemudian merekomendasikan Erik Meijer kepada Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Namun, ketika dikonfirmasi, Erik Meijer mengatakan bahwa dirinya sebelumnya tidak mengenal dan bahkan tidak pernah bertemu dengan Emirsyah Satar.


Selama ini, kata dia kepada wartawan (Selasa, 6/5), dirinya mengetahui Emirsyah Satar hanya melalui pemberitaan di media cetak dan elektronik.

Sementara berdasarkan sumber di Kementerian BUMN yang mengetahui persis hal tersebut menegaskan, bahwa penggantian direksi Garuda Indonesia dilakukan sepenuhnya murni atas inisiatif dan keputusan pemegang saham, karena pemegang saham ingin melihat Garuda lebih berkembang terutama dari aspek pemasaran dan penjualannya.

Layanan Garuda saat ini telah mengalami banyak peningkatan, namun kemampuan pemasaran perlu banyak ditingkatkan. Kejadian penundaan penerbangan yang masif akibat gangguan sistem IT beberapa tahun yang lalu, juga menjadi salah satu catatan dan pelajaran.

Sebagai perusahaan terbuka, penggantian direksi di Garuda Indonesia dilakukan atas dasar kinerja, dan sepenuhnya merupakan hak dan keputusan pemegang saham.

Atas pilihan pemegang saham, sesuai ketentuan pemilihan direksi BUMN, selanjutnya Erik Meijer menjalani fit and proper test, evaluasi kerja, dan akhirnya diputuskan oleh pemegang saham menjadi direktur niaga di Garuda.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya