Berita

Khofifah Indar Parawansa

Wawancara

WAWANCARA

Khofifah Indar Parawansa: 90 Persen Warga NU Sambut Baik Saya Menjadi Juru Bicara Jokowi

SELASA, 06 MEI 2014 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengaku tidak diberitahu sebelumnya  akan menjadi juru bicara Jokowi.

“Itu spontanitas dari Pak Jokowi saja. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Beberapa kali pertemuan saya dengan beliau tidak pernah membahas soal juru bicara ini. Setahu saya, awalnya kedatangan beliau untuk silaturahmi ke rumah saya,” kata Khofifah Indar Parawansa kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, kemarin.

Seperti diketahui,  Khofifah Indar Parawansa ditunjuk  capres PDI Perjuangan Jokowi menjadi juru bicaranya. Keputusan politik ini diambil Jokowi ketika safari politik ke rumah kediaman bekas Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, di Jalan Jemursari 24, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/5).

Seperti diketahui,  Khofifah Indar Parawansa ditunjuk  capres PDI Perjuangan Jokowi menjadi juru bicaranya. Keputusan politik ini diambil Jokowi ketika safari politik ke rumah kediaman bekas Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, di Jalan Jemursari 24, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/5).

Khofifah Indar Parawansa selanjutnya mengatakan, atas dasar perkawanan maka dirinya menerima tawaran dari Jokowi tersebut.

“Ada suasana perkawanan antara saya dengan Pak Jokowi. Saya kenal dekat dengan beliau semenjak masih menjabat Walikota Solo. Ada juga kesamaan visi dan misi yang beliau bawa dengan komunitas yang saya pimpin,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

 Apa respons Anda ketika ditunjuk Jokowi sebagai juru bicaranya?
Sempat kaget juga ditawari seperti itu. Tapi akhirnya saya terima permintaan beliau (Jokowi).
 
Kira-kira apa pertimbangannya, Anda ditunjuk di posisi strategis itu?
Saya tidak tahu apa pertimbangannya. Tanyakan saja kepada beliau.  Mungkin sudah ada pertimbangan tertentu sebelumnya.

Anda bilang menerima posisi itu karena pertemanan, apa itu saja?
Ada juga kesamaan visi dan misi yang beliau bawa dengan komunitas yang saya pimpin. Komunitasku sebagian besar grassrots society. Masyarakat akar rumput yang penuh dengan kesederhanaan. Mereka punya ketulusan dan ikhtiar. Itu menjadikan kesamaan di antara kami berdua.

Apa saja tugas juru bicara itu?
Sampai saat ini belum ada kelanjutan semenjak pertemuan di rumah saya, sehingga saya juga belum diberitahu tugasnya.

Belum ada arahan dari Jokowi?
Belum ada arahan dari Pak Jokowi dan timnya. Mungkin dalam waktu dekat sudah ada tugasnya.

Apa saja persiapan Anda untuk menjalankan tugas itu?
Mengalir saya. Tidak ada persiapan khusus. Tugas seorang jubir itu kan menyampaikan hal-hal yang baik kepada masyarakat secara luas.

Saya sudah sampaikan kepada beliau kalau saya baru bisa aktif menjadi juru bicara 24 Mei mendatang. Sebab, saat ini ada beberapa kegiatan yang cukup menyita waktu saya.

Apakah jabatan ini mengganggu peran Anda sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU?
Saya tidak merasa terganggu atau pun terbebani ketika saya menjadi juru bicara.

Sebab, peran sebagai juru bicara itu seperti jabatan politik yang sifatnya hanya insidentil, yaitu pada saat pilpres saja.

Bagaimana dengan respons warga NU?
Memang respons mereka cukup bagus. 90 persen warga NU menyambut baik saya menjadi juru bicara Pak Jokowi. 10 persen sisanya masih menanyakan. Saya rasa itu hal yang wajar. Dalam organisasi kami ada proses mencocokkan pikiran satu sama lain.

Adakah deal politik dengan Jokowi?

Tidak ada. Sampai sejauh ini saya tidak pernah melakukan transaksional politik. Tidak ada komunikasi yang mengarah kesitu.

Akankah Anda mengerahkan massa NU untuk mendukung Jokowi?

Tidak juga. Meski saya berada di pihak Pak Jokowi, bukan berarti semuanya harus mengikuti kehendak saya. Kebebasan saya berikan terhadap siapa pun untuk memilih pemimpinnya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya