Berita

Politik

Pramono Edhie: Penting, Hari Pendidikan Nasional Bukan Hanya untuk Anak Sekolah

SABTU, 03 MEI 2014 | 20:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, menyatakan tidak sependapat Hari Pendidikan Nasional hanya diperingati di lingkungan sekolahan.  Menurut dia, Hari Pendidikan Nasional yang biasa diperingati setiap tanggal 2 Mei dan ditetapkan berdasarkan hari lahir Pahlawan Nasional, Ki Hajar Dewantara, seyogyanya juga ditunjukan dan diperingati di luar lingkungan sekolah.

"Pendidikan nasional harus terus meliputi pendidikan jasmani dan rohani, baik di dalam sekolah, maupun di luar sekolah, informal ataupun non formal," kata Edhie kepada wartawan di Jakarta (Sabtu, 3/5).

Mantan KSAD itu menekankan, banyaknya kader partai, wakil rakyat dan pegawai Pemerintah yang tersangkut kasus korupsi menandakan proses pendidikan tidak harus selesai di lingkungan sekolahan saja. Karenanya, kata dia, pendidikan berbangsa dan bernegara juga merupakan elemen pendidikan yang penting.


Lebih lanjut peserta Konvensi Capres Demokrat ini mengingatkan bahwa sumber daya alam terbatas jumlah dan keberadaanya. Eksploitasi sumber daya alam juga berdampak lingkungan, oleh karenanya eksploitasinya harus dilakukan dengan cara-cara yang bijak. Berbeda dengan sumber daya alam, sumber daya manusia bisa di eksploitasi tanpa batas. Dalam hal ini Indonesia perlu mengembangkan sumber daya manusianya. Indonesia perlu meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuannya.

"Peningkatan pengetahuan dan pengembangan kemampuan harus sesuai dengan kearifan dan budaya lokal. Jangan sampai tenaga kerja asing menguasai lapangan pekerjaan Indonesia," kata Edhie.

"Hanya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Indonesia bisa mensejahterakan bangsanya," tambahnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya