Berita

Politik

Nasionalisasi Pertambangan Asing untuk Pendidikan Gratis!

JUMAT, 02 MEI 2014 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyerukan untuk menjadikan peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014 sebagai momentum nasionalisasi pertambangan asing untuk pendidikan gratis, dan kesejahteraan rakyat.

Dalam seruannya LMND menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam meliputi tambang migas dan mineral Indonesia, seharusnya dapat memenuhi semua kebutuhan akan pendidikan gratis, menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat, serta mensejahterakan kehidupan kaum buruh dengan upah layak. Nasionalisasi pertambangan asing untuk pendidikan gratis, lapangan kerja dan upah layak nasional.

"Tidak ada jalan lain, agar rakyat Indonesia berdaulat, cerdas dan sejahtera, solusinya adalah dengan merebut kembali hak rakyat Indonesia atas aset berharga di negeri ini," kata Ketua Eksekutif Nasional LMND Lamen Hendra Saputra dalam keterangannya kepada radaksi (Jumat, 2/5).


Lamen menegaskan jalan ke arah terwujudnya kesejahteraan rakyat sulit terbuka ketika berbagai produk legislasi nasional yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan DPR justru mengamini pengerukan ratusan ribu barrel minyak dan jutaan kubik kaki gas oleh perusahaan-perusahaan tambang asing. Termasuk juga terkait batubara, emas, tembaga, pasir besi, dan timah. Berbagai perjanjian kerjasama pertambangan, seperti kontrak karya (KK) untuk galian mineral dan kontraktor production sharing (KPS) untuk migas hanya menguntungkan korporasi-korporasi luar negeri semacam ExxonMobil, Chevron, ConocoPhilips, Total, British Petroleum, PetroChina, Shell, CNOOC, Freeport, Newmont, BHP Biliton, Inco.

"Sungguh ironis, sebuah bangsa yang memiliki syarat dan sarat akan sumber daya ala mini namun industry nasional kita mengalami kehancuran," kata Lamen.

Sekjen LMND Agus Priyanto menambahkan, sistem pendidikan nasional yang diemban pemerintah justru menciptakan barisan pengangguran terdidik yang terus meningkat setiap tahunnya. Data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terbuka (S-1) pada Februari 2007 sebanyak 409.900 orang. Setahun kemudian, pada Februari 2008 jumlah pengangguran terdidik bertambah 216.300 orang atau menjadi sekitar 626.200 orang. Jika setiap tahun jumlah kenaikan rata-rata 216.300, maka pada Februari 2011 telah terjadi peningkatan pengangguran terdidik S1 sejumlah terdapat 1.275.100 orang.

Jumlah tersebut, katanya, jumlah itu belum ditambah dengan pengangguran lulusan diploma (D-1, D-2, D-3) dalam rentang waktu 2007-2010 saja tercatat peningkatan sebanyak 519.900 orang atau naik sekitar 57%. Dalam rangka mewujudkan nasionalisasi pertambangan asing, maka UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal harus segera dicabut.

"Hapus ujian nasional sebagai syarat kelulusan. Tolak pemberlakukan uang kuliah tunggal pada perguruan tinggi dan cabut UU Perguruan Tinggi No 12/2012 serta UU Sisdiknas No 20/2003," demikian Agus.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya