Berita

ryamizard ryacudu/net

Ryamizard Ryacudu Tidak Pernah Menculik Aktivis

KAMIS, 01 MEI 2014 | 22:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Barangkali inilah perbedaan di atara kedua jenderal itu yang paling menarik perhatian publik. Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto kerap dikaitkan dengan aksi penculikan yang dilakukan Tim Mawar, pasukan khusus Kopassus di era 1998.

Sementara Ryamizard Ryacudu yang belakangan disebut sebagai salah satu kandidat kuat cawapres untuk Joko Widodo menegaskan, aktivis bukanlah musuh negara. Musuh negara, menurut Ryamizard adalah pemberontak yang ingin mengubah NKRI.

Ketika peristiwa kerusuhan terjadi, yang diikuti dengan penculikan sejumlah aktivis, Ryamizard menjabat sebagai Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat dengan pangkat mayor jenderal.


"Saya enggak pernah culik-culik orang," kata Ryamizard ketika berbicara di Posko Relawan Pro Jokowi, Pancoran, Jakarta, kemarin (Rabu, 30/4).

"Tetapi kalau memberontak, saya hadapi. Seperti di Aceh, Papua. Kalau mereka minta (merdeka), yang lain nanti minta (merdeka). Bagaimana?" sambungnya lagi.

Begitu pun, Ryamizard menegaskan dirinya membuka diri untuk pembocaraan damai dengan pemberontak selama masih dalam kerangka NKRI. Nah, NKRI inilah yang menurutnya harga mati. Tidak boleh diubah jadi negara agama, negara komunis, termasuk negara federal.

"Kalau enggak mau (damai), ya perang," ujar peraih penghargaan Lifetime Achievement 2014 dari Rakyat Merdeka Online ini. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya