Berita

Politik

Kalau Golkar Wapresnya Jokowi?

KAMIS, 01 MEI 2014 | 16:42 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KALAU Megawati membiarkan cawapres yang akan mendampingi Jokowi berasal dari Golkar, maka katanya Jokowi cuma bakal jadi RI 3, bukan RI 1. Sedangkan Mega jadi RI 2, yang jadi RI 1 atau real president-nya adalah kader Golkar tersebut.

Begitulah anekdot yang berkembang saat ini, sebab katanya Pilpres 2014 sesungguhnya adalah the battle of vice president, peperangan berebut posisi wapres dari figur-figur presiden yang sudah ada.

Saat ini katanya ada dua kader senior Golkar yang pengen banget jadi cawapresnya Jokowi. Pertama Akbar Tanjung (AT) dan kedua Jusuf Kalla (JK). Kalau salah satu dari mereka benar-benar jadi cawapresnya Jokowi maka dialah yang akan jadi the real president, sedangkan Jokowi bakalan gigit jari.


Mereka (AT atau JK) katanya bakal mengambil alih Golkar dengan menjadi Ketua Umum Golkar begitu berhasil jadi cawapresnya Jokowi. Kalau itu yang terjadi maka Golkar bisa menjadi sangat dominan dalam mengendalikan berbagai kebijakan politik dan pemerintahan.
Akibatnya pemerintahan Jokowi kelak bakalan timpang dan babak belur karena bukan tidak mungkin energinya bakal habis untuk mengurusi persoalan pembagian kewenangan fungsi dan tugas antara presiden dan wakil presiden. Akan ada banyak fait accompli dan blunder dalam pengambilan keputusan.

Maka pemerintahannya jadi tidak menarik sebagaimana model pemerintahan hari ini yang penuh dengan konflik di antara sesama anggota koalisi, sehingga mesin birokrasi tidak bisa dijalankan secara maksimal untuk mensejahterakan rakyat, antara lain karena banyaknya kasus korupsi, nepotisme, dan kolusi.

Golkar memang tidak punya sejarah berada di lingkaran luar kekuasaan, pragmatisme politik yang dimainkannya selama ini adalah perpaduan machiavellistik tulen dan pola khas politik ala Indonesia, dimana kalau sudah naik tidak mau turun; kalau sudah duduk lupa berdiri.

Makanya sewaktu reformasi ada tuntutan bubarkan Golkar dan desakan menjadikan partai beringin itu jadi partai terlarang.

Dalam hari-hari belakangan ini Mega sebagai queen maker sebenarnya sedang dihadapkan oleh dua masalah genting dan bisa berakibat fatal, dimana pokok soalnya adalah jangan sampai Megawati salah menetapkan calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi. Pertama, kalau Mega menetapkan cawapres untuk Jokowi merupakan figur yang berasal dari Golkar maka pemerintahan Jokowi dalam jangka waktu dua tahun pertama akan rusak, dan kedua: sebagai akibatnya bukan tidak mungkin pada 2017 negara ini akan mengalami chaos. Akan terulang kembali peristiwa mirip-mirip bulan Mei tahun 1998.[***]


Penulis adalah pengasuh rubrik Vox Populi, Koran Rakyat Merdeka. Dimuat Kamis 1 Mei 2014.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya