Berita

Politik

Aktivis 98 Minta Prabowo Tidak Jadi Calon Presiden

RABU, 30 APRIL 2014 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perhimpunan Nasional Aktivis 1998 (PENA’98) meminta dengan tegas agar Prabowo Subianto tidak menjadi calon Presiden RI di Pilpres 2014 mendatang. Keinginan kuat Prabowo mencalonkan diri menjadi presiden yang menurut rekomendasi Komnas HAM harus diadili di Pengadilan HAM untuk dimintai pertanggungjawabannya dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis pada tahun 1997-1998 adalah tragedi baru bagi sejarah Republik Indonesia.

"Dalam catatan kami ada lima hal prinsip yang membuat Prabowo tidak layak menjadi calon presiden," demikian pernyataan sikap bersama perwakilan PENA’98 dari 12 provinsi yang diterima redaksi (Rabu, 29/4).

Menurut mereka, Prabowo harus bertanggungjawab atas kasus penculikan aktivis yang terjadi tahun 1997-1998 mengingat keluarga korban dan rekan yang ditinggalkan hingga kini tidak tahu kemana harus mencari.


Permintaan pertanggungjawaban terhadap Prabowo harus dilakukan sesuai amanat TAP MPR V/2000 Tentang Persatuan dan Kesatuan Nasional yang memandatkan upaya penegakan kebenaran dengan mengungkapkan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran hak asasi manusia pada masa lampau, yang kemudian diperkuat dengan UU No 26/2000 Tentang Pengadilan HAM. Di dalam UU No 26/2000 Tentang Pengadilan HAM disebutkan bahwa dalam pelanggaran HAM Berat seorang Komandan Militer atau seorang yang secara efektif bertindak sebagai komandan militer dapat dimintai pertanggungjawaban tindak pidana di dalam yuridiksi Pengadilan HAM jelas menjadi dasar hukum kuat.

"Prabowo  harus bertanggungjawab atas Kerusuhan Mei 1998 yang menjadi tragedi memilukan bagi bangsa ini. Sampai saat ini tidak pernah diungkap siapa pihak-pihak yang memprovokasi pembakaran, pemerkosaan massal dan pemicu berbagai bentrok horisontal di kalangan sipil ke meja hijau," tulis di bagian lain pernyataan sikap tersebut.

Selain itu, sosok Prabowo bagian yang tidak terpisahkan dari dinasti Soeharto yang kemudian ditumbangkan oleh gerakan mahasiswa dan rakyat di tahun 1998. Hal lainnya, kewarganegaraan ganda (Yordania dan Indonesia) yang dimiliki oleh Prabowo Subianto membuat nasionalisme yang selama ini didengungkan dan dikampanyekan ke publik patut dipertanyakan. Kenapa seorang yang nasionalis sejati harus memiliki kewarganegaraan di negara lain selain Indonesia?.

Menindaklanjuti sikap politik ini, PENA 98 akan membentuk dan mendeklarasikan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di seluruh provinsi di Indonesia sebagai wujud keberpihakan terhadap perubahan dan cita-cita reformasi 1998.

"Kami ingin pemerintahan di masa depan bebas dari dosa-dosa sejarah masa lalu dan terlepaskan dari segala bentuk keterlibatan atas tragedi-tragedi yang melukai bangsa ini di era rezim Orde Baru. Pospera akan menjalankan program-program turunan dari sikap politik PENA 98 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia agar cita-cita Reformasi 1998 dapat terwujud," begitu akhir pernyataan sikap bersama perwakilan PENA 98.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya