Berita

sby-muhaimin/rm

Politik

Jelang Mayday, Presiden SBY dan Muhaimin Makan Siang dengan Buruh

SENIN, 28 APRIL 2014 | 16:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono saat mengadakan silaturahmi dan makan siang bersama karyawan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Citeureup, Jawa Barat pada Senin (28/4).

Silaturahmi dan makan siang bersama pekerja/buruh ini diselenggarakan menjelang perayaan Hari Buruh Internasional atau yang dikenal dengan istilah Mayday yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa acara silaturahmi dan acara makan siang ini  menunjukkan kekompakan dan keharmonisan pihak serikat pekerja/serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang bersatu untuk Indonesia yang lebih maju.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah berkenan meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukan menjalankan tugas negara dan pemerintahan melakukan kunjungan kerja dalam rangka silaturahim dengan pekerja," kata Muhaimin dalam sambutannya sebelum makan siang bersama.

Ikut serta dalam acara makan siang tersebut para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)  Andi Gani Nena Wea  Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Yorrys Raweyai, dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bambang Wirahyoso serta perwakilan  Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Fransiskus Welirang,

Muhaimin mengatakan saat ini perkembangan hubungan industrial di perusahaan-perusahaan di Indonesia telah mengalami kemajuan dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara pekerja/buruh dan pengusaha dalam forum bipartit.

"Setelah pengalaman reformasi dan demokrasi, semua menyadari  bahwa dengan dialog sosial bersama dan  duduk bersama dalam bipartit, maka alhamdulilah mengalami kemajuan hubungan yang luar biasa. Terlebih lagi dengan keterlibatan pemerintah  dalam forum tripartit," kata Muhaimin.
 
Dikatakan Muhaimin keberadaan lembaga kerja sama (LKS) Bipartit dalam perusahaan antara pekerja dan manajemen perusahaan merupakan kunci bagi hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan yang penting bagi semua pihak.

Berdasarkan data Kemnakertrans, sesuai target Renstra tahun 2009 sampai di penghujung tahun 2013 khususnya bidang hubungan industrial mencapai hasil yang menggembirakan. Antara lain dengan pertambahan jumlah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) menjadi 12.113 perusahaan dansebanyak  51.895 perusahaan yang telah memilki dan mendaftarkan peraturan perusahaan (PP) sedangkan Lembaga Kerja Sama Bipartit yang terbentuk telah mencapai 15.328 unit perusahaan.[dem]
 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya