Berita

Politik

DEBAT KONVENSI DEMOKRAT

AMM Bertekad Terapkan Continuity and Change

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 19:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ali Masykur Musa siap menghadiri Debat Bernegara Konvensi Capres Partai Demokrat putaran terakhir yang akan dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, lusa (Minggu 27/4). Cak Ali, demikian Ali Masykur Musa disapa, mengaku tidak ada persiapan khusus. Hanya saja, dirinya akan lebih menegaskan untuk menyempurnakan program-program bagus yang sudah dirintis oleh Pak SBY dalam pemerintahan sekarang.

"Selama sepuluh tahun kepemimpinan Pak SBY, Indonesia banyak menorehkan catatan prestasi ekonomi sehingga menjadi sorotan dunia. Diantaranya Indonesia masuk ke dalam 15 besar ekonomi dunia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia setelah Tiongkok. Indonesia juga dinilai sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil di dunia walaupun sedang dilanda krisis global," kata Cak Ali yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu kepada wartawan sesaat tadi (Jumat, 25/4).

Karena itu, Cak Ali berniat menyempurnakan capaian pertumbuhan ekonomi itu dengan menyebarluaskan pemerataan ekonomi. Di tengah krisis global, katanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 6% dan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Tiongkok yang tumbuh sebesar 7,7%.


"Ini adalah prestasi Pak SBY yang tidak boleh diabaikan. Saya akan sempurnakan prestasi ini dengan mendorong pemerataan ekonomi. Oleh karena itu saya lebih memilih untuk melanjutkan pemerintahan dengan prinsip continuity and change," paparnya.

Pada masa kepemimpinan SBY, lanjut Cak Ali, Indonesia juga tumbuh dan berkembang dalam persahabatan yang baik dengan bangsa lain, sehingga negara kita  dihormati dan dihargai dunia. Menurut dia, negara-negara di dunia banyak yang mengakui dan mengapresiasi keberhasilan Indonesia yang terus bertransformasi menuju negara demokratis, negara yang melindungi HAM, dan menjunjung tinggi kebebasan pers.

Di bahu SBY, katanya, stabilitas negara terjaga. Selaras dengan capaian-capaian tersebut, Cak Ali ingin meningkatkan toleransi di bumi Nusantara ini.

"Indonesia semakin disegani negara-negara di dunia. Indonesia sedang bertransformasi menuju Negara dengan kematangan demokrasi. Pak SBY telah berhasil menjaga stabilitas negara. Ini harus diteruskan. Bila rakyat memberikan amanat, saya ingin melanjutkan keberhasilan beliau dengan meningkatkan toleransi dalam kehidupan warga yang bhinneka ini," tegas Capres dengan visi Indonesia Adil, Makmur, berMartabat (Indonesia AMM) tersebut.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya