Berita

Max Sopacua

Wawancara

WAWANCARA

Max Sopacua: Mana Mungkin Pak SBY Mau Menjadi Cawapres

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 08:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Umum Partai Demokrat SBY tidak mungkin menjadi calon wakil presiden dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

“Masak Presiden dua periode yang dipilih langsung oleh rakyat mau jadi cawapres,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua kepada Rakyat Merdeka, Selasa (22/4).

Seperti diketahui,  Sekjen PPP Romahurmuziy menyatakan, partainya beserta parpol Islam lainnya akan berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk  mengusung SBY sebagai cawapres.


Romy, sapaan Romahurmuziy, berpendapat, dengan mengusung SBY sebagai cawapres dapat menyaingi elektabilitas Jokowi dan Prabowo Subianto. Sebab, elektabilitas SBY masih tinggi. Hampir 50 persen lebih. Bisa mengalahkan Jokowi dan Prabowo.

Max Sopacua selanjutnya mengatakan, pihaknya sedang fokus menyelesaikan konvensi capres.

“Setelah itu baru dipikirkan langkah-langkah selanjutnya, termasuk koalisi,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Sudah ada komunikasi dengan SBY mengenai usulan itu?
Belum ada. Masih ada persoalan lain yang harus kami pikirkan, yakni menuntaskan konvensi capres. Nanti biar beliau  yang menyampaikan pendapatnya.

Bagaimana kalau SBY bersedia dengan berbagai pertimbangan?
Saya kira nggak ya. Mana mungkin Pak SBY mau menjadi cawapres. Tapi usulan orang lain agar Pak SBY sebagai cawapres  itu sah-sah saja.

Bagi kami di Demokrat tidak pernah mempunyai pemikiran seperti itu. Pak SBY adalah seorang negarawan. Mempunyai wibawa dan kharisma yang tinggi. Masih dicintai masyarakat Indonesia karena berbagai macam prestasi yang dibuatnya selama 10 tahun menjadi Presiden.

Demokrat terlihat tidak proaktif  menggalang koalisi, apa ini strategi menaikkan nilai tawar?
Tidak juga. Memang tidak harus kasak kusuk dalam upaya membentuk koalisi.  Kami memilih menunggu dan mencermati perkembangan politik.

Kami tidak akan tergesa-gesa dalam menentukan koalisi. Kami harus memutuskan dengan matang. Kami tetap berupaya memberikan kontribusi terhadap Indonesia.

Apa tidak ada komunikasi dengan pimpinan parpol lain untuk penjajakan koalisi?

Komunikasi setiap saat bisa saja berlangsung. Tapi hanya sebatas menjalin silaturahmi. Tidak membicarakan koalisi. Saat ini Demokrat mempunyai posisi yang strategis. Kami sudah mempunyai pengalaman memimpin koalisi selama 10 tahun.

Bagaimana poros yang mau dibangun Demokrat?
Masih belum ada keputusan. Fokus kami menyelesaikan konvensi capres terlebih dahulu.

Siapa yang pantas menjadi pemenang konvensi?
Semua peserta konvensi  pantas dan mempunyai peluang yang sama. Mereka telah menunjukkan kelebihannya masing-masing di depan publik. Mereka telah bekerja keras untuk menjadi yang terbaik. Kita tunggu saja hasil survei berikutnya yang akan dilakukan pada awal Mei 2014.

Bagaimana cara Demokrat ‘memasarkan’ pemenang konvensi?
Kalau sudah ada capres dari Partai Demokrat, tentu kami akan full memberikan dukungan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami akan perkenalkan bahwa inilah capres dari Partai Demokrat. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya