Berita

Politik

Salah Besar Tuding Panwaslu Jaktim Tidak Bekerja!

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 20:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dalam rangka menindaklanjuti laporan pelanggaran pemilu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum  (Panwaslu) Kota Administrasi  Jakarta Timur (Jaktim) memanggil beberapa calon anggota legislatif (caleg) untuk dimintai klarifikasi. Namun, tidak semua dari mereka memenuhi panggilan.

"Ada caleg yang datang, ada juga yang tidak datang memenuhi undangan Panwaslu untuk klarifikasi," kata Ketua Bidang Pengawasan Panwaslu Jaktim bidang Penindakan, Dedy Tambunan saat ditemui di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (24/4).

Caleg yang tidak datang saat dimintai klarifikasi antara lain caleg PPP Hasbialllah llyas dan Nina Lubena, caleg Partai Demokrat Dwi Astuti, caleg PAN Andi Anzar Cakra Wijaya, caleg PDIP Manuara Siahan dan caleg PKS Ahmad Zainudin. Terhadap caleg yang tidak punya itikad baik ini, kata Dedy, pihaknya meneruskan pengaduan soal mereka.


Sementara, caleg yang mempunyai itikad baik dan memenuhi undangan Panwaslu caleh partai Hanura M Ongen Sangaji, caleg Golkar Bambang Wiyogo, caleg Golkar Taufik Azhar, caleg Golkar Tandanan Daulay, caleg PPP Selvia, caleg PPP Agustitin Setyobudi, caleg PPP Samsudin.

Kemudian, caleg Gerindra Torus Sihombing, caleg Gerindra Louise Tampubolon, caleg Gerindra Iwan Isma, caleg Gerindra Syarief dan caleg partai Demokrat Sularto.

"Kami mengapresiasi caleg yang sudah datang ke Panwaslu Jaktim. Khusus untuk Sularto kasusnya sudah ditangani Polres Metro Jakarta Timur," paparnya.

Dedy membantah pihaknya tidak pernah menindaklanjuti laporan pelanggaran pemilu yang terjadi di wilayahnya. Yang menjadi kendala yang dihadapi Panwaslu Jaktim, katanya, pengaduan tidak diperkuat bukti.

"Laporan dari masyarakat tidak disertai bukti yang kuat. Sehingga kami agak kesulitan untuk menindaklajutinya," ujar Dedy.

Kata dia, selain kurangnya bukti, keterbatasan jumlah panitia pengawas lapangan (PPL) juga menjadi kendala. Panwaslu Jaktim sendiri mempunyai 228 PPL dengan TPS yang harus diawasi sebanyak 4.675. Jumlah pemilih di Jaktim sekitar 1,9 juta.

"Anda bisa bayangkan betapa pontang-pantingnya kami dalam bekerja. Jadi kalau ada anggapan Panwaslu Jaktim tidak bekerja, itu salah besar," pungkasnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya