Berita

sri mulyani indrawati

SKANDAL PAJAK BCA

Inikah Jalan Masuk Sri Mulyani Dampingi Jokowi?

SELASA, 22 APRIL 2014 | 09:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sudah bisa dibayangkan sebelumnya bahwa pembicaraan mengenai status tersangka yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo akan menjadi menu utama pembicaraan di tengah masyarakat, khususnya kalangan yang sedang dengan sangat tekun mengamati proses pasca Pemilu 2014 dan pra Pilpres 2014.

Salah satu pertanyaan yang dimunculkan menyusul status untuk Pak Pung, demikian Hadi Purnomo biasa disapa oleh kawan-kawannya, adalah apakah hal ini ada kaitannya dengan pemilihan presiden yang sedang ditunggu-tunggu.

Salah satu spekulasi yang berkembang mengaitkan status baru untuk Hadi Purnomo itu dengan peluang yang dimiliki Sri Mulyani Indrawati menjadi pendampingi Joko Widodo alias Jokowi dalam pilpres nanti.


Nama salah seorang Direktur Pelaksana Bank Dunia itu disebut-sebut juga beredar di kalangan terbatas yang ada PDI Perjuangan.

Adalah Sri Mulyani yang menghentikan karier Hadi Purnomo sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, setelah ia dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Keuangan di tahun 2004.

Kasus Hadi Purnomo ini bisa dijadikan semacam pintu masuk bagi Sri Mulyani Indrawati untuk memposisikan dirinya sebagai pahlawan yang menghentikan ketidakberesan di Ditjen Pajak pada era hadi Purnomo.

Tetapi spekulasi ini dinilai lemah. Mengingat Sri Mulyani Indrawati juga patut diduga sebagai salah satu pejabat yang memiliki peran aktif di balik pengucuran danatalangan untuk Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun, dan hingga kini menjadi semacam kerikil besar yang mengganjal di dalam sepatu pemerintahan SBY-Boediono. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya