Berita

joko widodo/net

LSP: Pasangan Ideal Jokowi adalah Ekonom Konstitusi

SABTU, 19 APRIL 2014 | 09:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Joko Widodo didorong untuk memulai tradisi membangun pemerintahan berdasarkan ideologi kerakyatan. Tradisi terhormat itu hanya dapat dibangun bila Jokowi merangkul kalangan ekonomi pembela konstitusi.

Pendapat ini disampaikan peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra, dalam perbincangan dengan redaksi.

"Mungkin Pak Jokowi dapat memulai tradisi terhormat ini. Di mana suatu kerjasama politik adalah murni berdasarkan ideologi dan platform politik. Bukan lagi berdasarkan pada seberapa banyak kapital yang dimiliki oleh si calon sekutu," ujar Gede Sandra.


"Bukan lagi berdasarkan apakah si calon sekutu dapat membiayai kita, tanpa mempedulikan karakter ideologi si calon tersebut. Jika hal tersebut yang terjadi, oligarki politik yang dikuasai pemodal akan terus berulang, dan Indonesia tidak akan berubah," sambungnya.

Gede mengingatkan salah satu isu yang cukup strategi yang muncul ke permukaan menjelang pemilihan presiden adalah platform kedaulatan energi dan pertambangan. Menurutnya Jokowi sudah harus mencari calon pendamping yang memiliki kemampuan, dan yang paling penting memiliki keberanian menjaga kedaulatan sumber daya alam pertambangan.

"Seperti dalam kasus Freeport. Jokowi sudah harus mulai memikirkan bagaimana melakukan renegosiasi kerjasama dengan Freeport, terlepas yang bersangkutan punya pengalaman atau tidak. Menimbang Freeport selama lebih dari 40 tahun bercokol, kontribusinya masih terlalu kecil bagi Bangsa. Jika Freeport memang punya niat baik, maka pembagian deviden beberapa waktu lalu pun tidak ada masalah. Tapi kan ternyata kita sekali lagi direndahkan oleh Freeport, deviden tidak dibayar," demikian Gede menguraikan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya