Berita

dahlan iskan/net

Politik

Anas: Kalau Berani Konsisten, Dahlan Iskan Tinggal Ditetapkan

KAMIS, 17 APRIL 2014 | 12:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jika survei menjadi dasar penentuan, nama Dahlan Iskan bisa dipastikan menjadi pemenang Konvensi Capres Partai Demokrat karena punya nilai tertinggi.

Hal itu ditegaskan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, lewat tangan admin-nya di akun twitter @anasurbaningrum, beberapa jam lalu (Kamis, 17/4).

"Tinggal ditetapkan dan diumumkan saja pemenangnya. Itu kalau berani konsisten," tegas tersangka korupsi proyek Hambalang itu.


Tapi, soal apakah pemenang Konvensi akan menjadi Capres, menurut Anas itu soal lain. Di situlah Konstitusi Demokrat bicara. Kewenangan untuk menetapkan Capres-Cawapres ada pada Majelis Tinggi yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jadi, itu otoritas Majelis Tinggi, tentu melihat peta politik yang ada. Sejak awal peserta Konvensi pasti tahu tentang hal ini. Kalau tidak tahu, ya kebangetan. Jelas, otoritas ada di Pak SBY," ujar Anas.

Dalam suasana Konvensi yang sekarang antiklimaks, lanjutnya, tugas sejarah Demokrat adalah menuntaskannya. Konvensi telah berjasa mendongkrak suara Demokrat, mskipun tidak maksimal. Ditekankan Anas bahwa "Kesebelasan" Konvensi jelas punya peran dan kontribusi.

"Kalau tidak ada "kesebelasan" Konvensi, rasanya angka Demokrat akan di bawah perolehan suara PKB atau bahkan mungkin PAN," jelasnya.

Menurutnya, Demokrat tidak perlu malu menuntaskan Konvensi. Fungsi sebagai dongkrak sudah berjalan dan tidak boleh ditelantarkan. SBY sukses memakai Konvensi membantu Demokrat.

"Justru peserta Konvensi yang belum sukses naikkan elektabilitas pribadinya. Kesan saya, peserta Konvensi harus pikul beban politik dari ujung pemerintahan Pak SBY yang tidak puaskan publik. Pasti berat mikulnya," tutur Anas.

Sekali lagi, Anas mendesak SBY untuk menuntaskan Konvensi agar jelas siapa pemenangnya. Karena, publik ingin tahu apakah pemenangnya diusung menjadi Capres Demokrat. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya