Berita

ray rangkuti/net

Politik

Data Bawaslu Tidak Menggambarkan Kedalaman Investigasi

KAMIS, 17 APRIL 2014 | 11:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kemarin, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan ada 3.507 laporan dugaan pelanggaran yang diterima oleh pihaknya. Pelanggaran dilakukan oleh caleg dan parpol sejak masa kampanye, pemungutan suara, sampai penghitungan suara.

Dugaan pelanggaran tersebut dikelompokkan ke dalam pelanggaran pidana (209 kasus), administrasi (3.238 kasus), dan wilayah kode etik (42 kasus). Selain itu, 18 kasus kategori bukan pelanggaran pemilu.

Pengamat pemilu Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ahmad Fauzi atau biasa dipanggil Ray Rangkuti, menilai Bawaslu lagi-lagi kehilangan urgensitas. Saat masyarakat resah dan marah akan maraknya praktik politik uang dan jual beli suara, Bawaslu seperti tak punya desain mengatasinya.


Selain itu, data yang disampaikan tersebut juga tidak menggambarkan kedalaman investigasi. Dalam kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT) misalnya, tidak jelas apa dan mengapa hasil DPT jadi compang camping.

"Siapa yang tidak tepat menyusun DPT dan mengapa itu bisa terjadi? Mereka juga seperti tidak punya minat menyusuri mengapa total surat surat suara dicetak, dimusnahkan, didistribusikan, tertukar, dan rusak tidak pernah diumumkan jumlah pastinya," jelas Ray dalam pesan elektronik ke redaksi, Kamis (17/4).

"Ketidakjelasan itu adalah sesuatu yang alami, atau memang menjurus ke rekayasa?" lanjut Ray bertanya-tanya.

Disebutkan Ray, tentu saja hal itu belum terkait dengan kebenaran data dana kampanye parpol. Mereka sama sekali tidak punya pendapat.

"Bawaslu juga seperti diam untuk melacak permainan praktik jual beli suara. Padahal, jika Bawaslu sedikit saja punya niat dan kemauan, tentu ada metode untuk melacak kebenaran angka-angka perolehan suara parpol dan caleg," ujarnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya