Berita

net

Politik

Jokowi-Puan Sulit Menang Satu Putaran

RABU, 16 APRIL 2014 | 20:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wacana mengusung Puan Maharani sebagai calon wakil presiden kembali mencuat. Setelah sempat meredup, nama Ketua Fraksi PDIP itu kembali moncer disebut-sebut bakal mendampingi Jokowi di Pilpres Juli mendatang.

Pakar politik Muhammad AS Hikam menilai bisa saja Jokowi-Puan dimajukan berkat koalisi PDIP-Nasdem. Tapi, sangat riskan jika paket tersebut  benar-benar diusung.

"Kemungkinan Jokowi menang satu putaran sangat kecil," kata Hikam dalam akun facebook-nya (Rabu, 16/4).


Menurut Hikam, PDIP harus hati-hati dan berfikir berulang-ulang sebelum memutuskan mengusung Jokowi-Puan. Hal yang harus diperhitungkan antara lain soal dukungan partai-partai Islam.

Hikam mengatakan mayoritas pendukung partai Islam atau pendukung tokoh-tokoh seperti Jusuf Kalla, Hatta Rajasa, dan Mahfud MD akan 'lari' ke pasangan capres-wapres lain jika PDIP mengusung duet Jokowi-Puan. Bahkan, Jokowi-Puan akan mendapat pesaing tangguh jika Prabowo menggandeng salah satu dari tiga nama tersebut sebagai cawapresnya.

Kalau sudah demikian, kata Hikam, sangat besar peluang Jokowi bertemu Prabowo di putaran kedua. Dan jika itu terjadi, katanya, hal yang harus dihitung PDIP kemudian adalah dukungan pasangan yang kalah sebelumnya, misalnya Aburizal Bakrie dan cawapresnya, apakah bisa mengalir ke Jokowi-Puan. Tanpa pertimbangan ini duet Jokowi-Puan sangat riskan.

"Peran parpol-parpol Islam pada Pilpres 2014 akan menentukan dan kemungkinan pasangan Prabowo dengan cawapres dari kelompok Islam mengungguli pasangan Jokowi-Puan akan kian terbuka," demikian Hikam.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya