Berita

JK Dituding Dalangi Penggulingan Suryadharma

SELASA, 15 APRIL 2014 | 17:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berada di balik upaya penggulingan Suryadharma Ali (SDA) dari kursi ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Begitu tudingan Aliansi Masyarakat Cinta Partai Persatuan Pembangunan. Tudingan disampaikan secara terbuka tadi siang saat ratusan orang dari Aliansi Masyarakat Cinta Partai Persatuan Pembangunan menggelar aksi damai di Bundaran HI.

"Kita menolak siapa pun orang yang mengobok-obok PPP, salah satunya ada Pak JK," kata ungkap juru bicara Aliansi Masyarakat Cinta Partai Persatuan Pembangunan, Baidawi, kepada wartawan (Selasa, 15/4).


Menurut dia JK yang juga mantan Ketua Umum DPP Golkar melakukan manuver penggulingan SDA dengan cara membangun kekuatan di tingkat DPW. Manuver tersebut dilakukan demi kepentingannya mendapatkan tiket capres atau cawapres.

Aliansi Masyarakat Cinta Partai Persatuan Pembangunan menegaskan menolak aksi pemakzulan Ketua Umum PPP SDA. Mereka berharap kisruh yang terjadi di tubuh Ka'bah dapat segera terselesaikan secara kekeluargaan. Dengan demikian PPP dapat kembali fokus menghadapi pilpres dan dapat mengusung calon yang tepat.

"Kami ingin PPP tidak terpecah belah oleh siapa pun. Semua komponen partai harus bersatu guna mengamankan PPP dari perpecahan," demikian Baidawi.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya