Berita

Politik

Galau, Jokowi pun Bangun Koalisi Cendol

SELASA, 15 APRIL 2014 | 16:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dirundung dilema. Banteng kini bingung mengambil keputusan terkait pemilihan presiden Juli mendatang. Banteng galau karena kini keyakinan Jokowi bisa menang sama besarnya dengan keyakinan Jokowi bisa kalah.

Begitu informasi yang beredar di kalangan elit yang sampai ke redaksi sesaat tadi (Selasa, 15/4). Penyebab menguatnya dilema tersebut karena ternyata Jokowi sekarang tidak seperti yang dihebatkan sebelum pileg digelar. Harapan ada Jokowi effect dalam pileg, ternyata tidak terjadi.

Banyak pengamat menyebut yang nyata terjadi adalah Prabowo effect atau Rhoma effect, bukan Jokowi effect. Tak ada Jokowi effect, hasilnya PDIP hanya memperoleh suara 19%, jauh dari suara yang ditargetkan sebesar 30%.


Itulah mengapa orang-orang di Badan Pemenangan Pemilu PDIP galau. Beda dengan lawan-lawan politiknya, Jokowi dijajakan bagai makanan cendol ke sana ke mari mulai ke parpol, dubes hingga ke pemilik modal.

Lebih tepat kini koalisi yang dibangun Jokowi dan PDIP koalisi cendol. Dengan siapapun Jokowi tidak akan mampu mengangkat di atas 29 persen, bahkan bis drop. Tidak akan terjadi Pilpres satu putaran seperti 2009.[dem] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya